Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis menegaskan komitmen BI dalam mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai inisiatif. Salah satunya melalui penyediaan riset dan informasi Komoditi, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan daerah yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM sebagai dasar pengembangan bisnis.
“Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan UMKM yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga memiliki pemahaman keuangan yang baik, akses pembiayaan yang memadai, serta daya saing yang kuat sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Ayu.
Ia menambahkan, sektor UMKM memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pemerataan pendapatan.
Di sisi lain, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan kehadiran OJK bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga mitra pendamping bagi pelaku UMKM. OJK berperan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong Lembaga Jasa Keuangan agar menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.
“OJK hadir untuk berjalan bersama pelaku UMKM. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan Coffee Fest 2026 juga melibatkan berbagai Lembaga Jasa Keuangan yang memperkenalkan produk pembiayaan, layanan perbankan, serta program pendampingan usaha. Melalui agenda business matching, pelaku UMKM diharapkan dapat mengakses lembaga keuangan formal secara lebih mudah sekaligus terhindar dari praktik pinjaman ilegal.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah optimistis UMKM Kota Cirebon dapat naik kelas dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (frans)
