KUNINGAN — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kebutuhan rumah tangga mulai meningkat. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kuningan, harga beberapa komoditas seperti cabai, telur, dan minyak goreng perlahan merangkak naik. Kondisi itu membuat banyak ibu rumah tangga kembali menghitung ulang anggaran belanja agar kebutuhan keluarga tetap tercukupi.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) “Padaringan” di Desa Bangunjaya, Kecamatan Subang, Selasa, (19/5/2026). Program ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Sejak pagi, warga telah memadati lokasi kegiatan. Mereka mengantre untuk membeli beras, minyak goreng, telur, bawang, dan cabai. Sebagian besar pengunjung adalah ibu rumah tangga yang membawa tas belanja dan berharap dapat menghemat pengeluaran menjelang hari besar keagamaan.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan persoalan yang paling dirasakan masyarakat bukan semata angka inflasi, melainkan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Yang dipikirkan ibu-ibu itu sederhana, uang belanja besok masih cukup atau tidak. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” kata Tuti.

Menurut dia, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Ketersediaan pangan, kata Tuti, harus diikuti dengan keterjangkauan harga agar masyarakat merasa tenang.

Ia juga sempat berdialog dengan sejumlah warga yang sedang berbelanja. Beberapa di antaranya menyampaikan bahwa harga bahan pokok yang dijual dalam program tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini merupakan salah satu langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Idul Adha. Pemerintah daerah berupaya menjaga pasokan dan distribusi pangan agar harga tidak melonjak.

Dalam kesempatan itu, Tuti menyampaikan apresiasi kepada petani yang dinilainya berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Petani adalah penjaga ketahanan negeri,” ujarnya.

Melalui program Padaringan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa tekanan harga yang berlebihan, terutama di wilayah pedesaan yang relatif jauh dari pusat distribusi. ***