“Sampah di Cipari itu terjadi penumpukan. Kemarin, saya mencari informasi mengenai sebab penumpukan itu dan ada pihak luar yang masuk, tapi isu ini harus diselediki lebih lanjut,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (4/3/2026).
Menyikapi hal itu, Camat, pihak kelurahan, serta masyarakat setempat berdiskusi untuk mencari solusi dari persoalan, pada Selasa, (4/3/2026). Menurutnya, pertemuan itu mendiskusikan tentang kelembagaan pengurus sampah.
“Kemarin kami dengan kelurahan berdiskusi soal kelembagaan. Jadi komposisi pengurus sampah ada perubahan, karena waktu dulu SK nya dari saya. Tadi saya mendapatkan informasi terbaru, katanya dari Dinas Lingkungan Hidup. Soal SK ini yaa silahkan saja, yang penting bisa menyelesaikan persoalan itu,” katanya.
Belajar dari persoalan itu, Yono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah preventif mengenai program inovasi sampah yang memiliki daya jual. Menurutnya, pendekatan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci agar persoalan sampah tidak terus berulang.
“Langkah pertama tentu kami akan menyelesaikan sampah yang numpuk itu. Kedua, kita akan ada penguatan pengelolaan kelembagaan sampah di Cipari. Ke depan, kami ingin sampah itu tidak dibuang ke TPA Ciniru, tetapi dikelola oleh setiap kelurahan atau desa. ini program jangka panjang kami,” tutupnya. (Icu)
