Ia menekankan pentingnya menjaga marwah HMI sebagai organisasi kader yang konsisten melahirkan intelektual muslim berkarakter dan berintegritas.
“HMI itu geraknya tidak terlepas dari Iman, Ilmu dan amal. Ketiga itu harus berjalan beriringan dalam setiap gerak langkah kader HMI. Tanpa iman, ilmu akan kehilangan arah, dan tanpa amal, ilmu tidak akan memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan studium general yang dipantik oleh, Yusuf Sugiarto, selaku Kabid Penelitian Kebijakan Strategis PB HMI dan Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat Siti Nurhayati.
Dalam sesi tersebut, para pemateri menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam merespons tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga dinamika kebijakan publik.
Kader HMI didorong untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepekaan sosial, serta kemampuan analisis kritis agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Yusuf Sugiarto menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kajian dan advokasi kebijakan strategis. Menurutnya, HMI memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dan masyarakat sipil dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, mengajak seluruh kader HMI Kuningan untuk terus menjaga militansi perjuangan, memperkuat solidaritas organisasi, serta adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar HMI. Ia menegaskan bahwa kader HMI harus mampu tampil sebagai intelektual muslim yang progresif dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan pelantikan dan studium general tersebut ditutup dengan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai peneguhan komitmen pengurus dan kader HMI Cabang Kuningan dalam menjalankan amanah organisasi pada periode 2025–2026. (Icu)
