Selain itu, para tokoh agama dalam ceramahnya mengingatkan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan hidup. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah diyakini mampu menjadi fondasi dalam membangun masyarakat Pangandaran yang religius, berkarakter, dan bersatu dalam keberagaman.
“Meneladani akhlak Nabi bukan hanya tugas santri atau ulama, tetapi juga kewajiban seluruh umat Islam. Dari sanalah akan lahir masyarakat yang beradab dan mampu menjaga kerukunan,” ujar salah satu ulama yang memberikan tausiyah.
Bagi Pemkab Pangandaran, peringatan ini bukan hanya agenda rutin, melainkan juga sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Dengan menghidupkan tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi, pemerintah berharap mampu membangun keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual.
Melalui momentum Maulid Nabi SAW 1447 Hijriah ini, Pangandaran meneguhkan tekad untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. ***
Sumber : Pangandarankab.go.id
