Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak Kamtib Astra Tol Cipali juga menempuh langkah jangka panjang dengan melakukan dialog langsung bersama para pedagang. Pertemuan tersebut digelar di sekitar Gerbang Tol Kalijati, Kilometer 98, yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas pedagang asongan.
Dalam pertemuan itu, para pedagang mengakui bahwa aktivitas berjualan di jalan tol membahayakan keselamatan. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk tidak lagi melakukan kegiatan serupa di ruas tol.
Astra Tol Cipali menyatakan akan terus meningkatkan patroli rutin dan pengawasan di titik-titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus menciptakan lingkungan jalan tol yang aman dan tertib.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Karena itu, setiap bentuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan akan kami tangani secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi,” ujar Ardam.
Melalui kombinasi penertiban, pembinaan, dan dialog dengan para pedagang, pengelola tol berharap aktivitas berjualan di ruas Cipali tidak lagi terjadi. Upaya ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa jalan tol merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan bermotor. (frans)
