Senada dengan Bupati, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menekankan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari instruksi serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Namun, bagi Polres Kuningan, GPM bukan sekadar soal transaksi jual-beli murah, melainkan instrumen intelijen ekonomi untuk mencegah praktik nakal spekulan.
“Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang ‘bermain’ atau sengaja menimbun barang demi keuntungan pribadi di momen Ramadan. Operasi ini adalah sinyal bahwa pasokan kita tersedia dan stabil,” tegas Ali Akbar. Ia mengaku terkesan dengan ketertiban para ibu rumah tangga yang antre dengan kupon di tangan meski gairah belanja sangat tinggi.
Wiwin (30), salah seorang warga Cipicung, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Sembari menenteng kantong berisi beras dan minyak, ia mengaku penghematan ini sangat berarti untuk uang dapur selama Ramadan. “Alhamdulillah, selisihnya terasa sekali buat kami. Lumayan sisanya bisa untuk keperluan anak-anak,” tuturnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan petugas kepolisian dan perangkat desa bekerja ekstra memastikan distribusi merata. Penggunaan sistem kupon terbukti efektif mencegah aksi borong oleh oknum tertentu.
Pemerintah Daerah berharap skema kolaborasi lintas instansi ini bisa terus digulirkan secara bergilir ke desa-desa lain di pelosok Kuningan. Tujuannya satu: memastikan warga bisa menjalani sisa Ramadan dan menyambut Lebaran dengan tenang, tanpa perlu cemas memikirkan harga pangan yang terus meroket. (ali)
