KUNINGAN — Akses utama menuju SD Negeri 2 Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kini terhalang bangunan pondasi Koperasi Merah Putih Desa Linggajati. Pembangunan yang memakan badan jalan itu menutup sebagian gerbang sekolah dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan siswa serta kelancaran operasional sekolah.
Pondasi bangunan berdiri tepat di depan pintu masuk sekolah. Material bangunan tampak menumpuk di sekitar area gerbang, menyisakan ruang sempit yang sulit dilalui kendaraan. Kondisi ini semakin terasa saat jam masuk dan pulang sekolah, ketika puluhan siswa dan orang tua memadati area tersebut.
Kepala SDN 2 Linggajati, Ahmad, S.Pd, mengatakan keberadaan pondasi itu telah mengganggu aktivitas sekolah sejak awal pembangunan dimulai. Ia menilai risiko keselamatan siswa menjadi persoalan paling mendesak.
“Gerbang sekolah adalah akses utama yang setiap hari digunakan anak-anak. Sekarang kondisinya sangat rawan. Siswa harus berbagi ruang sempit dengan kendaraan dan material bangunan. Ini jelas membahayakan,” kata Ahmad, selasa (3/2/2026).
Tak hanya mengganggu mobilitas warga sekolah, dampak pembangunan juga merembet ke layanan pendukung. Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa terhambat karena kendaraan pengantar tidak dapat mendekat ke area sekolah. Hal serupa dialami armada pengangkut sampah yang biasanya keluar masuk melalui jalur tersebut.
“Kendaraan pengantar MBG tidak bisa masuk. Akhirnya makanan harus dipindahkan manual dari jarak cukup jauh. Ini tentu tidak ideal, baik dari sisi kebersihan maupun ketepatan waktu,” ujar Ahmad.
