
KUNINGAN — Proton FC Kuningan tidak ingin sekadar menjadi peserta dalam kompetisi futsal nasional. Menjelang bergulirnya musim baru, klub mulai menyiapkan fondasi yang lebih lengkap, dari sarana latihan berstandar internasional hingga komposisi pemain yang lebih berpengalaman.
Presiden Proton FC Kuningan, Thony Indra Gunawan, mengatakan salah satu persiapan yang tengah dikebut adalah pembangunan sarana futsal di Kuningan. Venue tersebut dibangun oleh investor bertempat di Gresik Cidahu yang sebelumnya menjalin komunikasi dengan Proton FC.
Saat ini pembangunan memasuki tahap finishing dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Jika sesuai rencana, fasilitas tersebut sudah dapat digunakan mulai awal Oktober.
“Ukuran kita standar internasional, sudah ada untuk teman-teman Kuningan bisa berlatih dan berkompetisi,” ujar Thony, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, kehadiran venue tersebut dapat menjawab salah satu kendala yang selama ini dihadapi dalam pengembangan futsal di Kuningan.
Proton FC pun tidak ingin seluruh kebutuhan pembinaan bergantung pada pemerintah daerah. Kolaborasi dengan pihak swasta dan menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat tersedianya ruang latihan dan kompetisi.
“Kami memahami pemerintah daerah punya timeline dalam menyusun perencanaan. Tetapi ada potensi lain untuk melakukan kolaborasi,” katanya.
Di venue tersebut, Proton berencana menggelar berbagai aktivitas disana, mulai dari latihan, kompetisi hingga pembinaan pemain.
Targetnya bukan hanya menghasilkan pemain untuk kebutuhan tim utama, tetapi juga menemukan talenta-talenta baru dari kompetisi yang digelar secara berjenjang.
Jika pembinaan melalui klub atau akademi memiliki keterbatasan, jalur liga pelajar akan menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring pemain muda.
“Talenta terbaik itu bisa diasah dan dilahirkan melalui liga-liga ini. Kalau kita memiliki kesulitan di klub ataupun akademi, kita bisa memulai dari liga pelajar untuk sekolah,” ujar Thony.
Di sisi lain, persiapan menghadapi kompetisi nasional juga dilakukan dari sisi skuad.
Proton FC menambah sejumlah pemain berpengalaman dari materi yang dimiliki pada musim sebelumnya. Beberapa di antaranya merupakan pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia, seperti Nazil dan Sunny.
Manajemen juga menyiapkan kejutan berupa pemain asing yang disebut pernah tampil di Piala Dunia. Pemain tersebut dijadwalkan diperkenalkan dalam agenda launching, sementara dua pemain asing lainnya masih menjalani proses administrasi keimigrasian.
Untuk musim ini, Proton FC belum dapat menjadi tuan rumah kompetisi karena baru memasuki tahun pertama mengikuti kompetisi tersebut.
Namun peluang menjadi tuan rumah masih terbuka melalui proses bidding untuk Nation Cup yang dijadwalkan pada Januari mendatang. Keputusan akhirnya tetap berada pada federasi dan PTKFI.
Thony menyadari level persaingan yang akan dihadapi juga meningkat. Kompetisi nasional menjadi tempat berkumpulnya pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Banyak talenta-talenta seluruh Indonesia yang terbaik semua berkumpul,” katanya.
Karena itu, persiapan Proton FC tidak berhenti pada penambahan pemain. Klub juga mulai membangun ekosistem dari sisi fasilitas, kompetisi dan pembinaan pemain muda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Proton FC agar perjalanan menuju level nasional tidak hanya menghasilkan tim yang siap bertanding, tetapi juga meninggalkan fondasi futsal yang lebih kuat di Kuningan. ***





