Lagi-lagi, untuk terapi rutin sebagaimana saran dokter, terbentur dengan biaya. Meski menggunakan BPJS, Diah dan suami mengaku keteteran mengeluarkan biaya sekitar Rp.400 ribuan setiap terapi. Apalagi, pendapatan suaminya dari berdagang sangat tidak menentu.
“Untuk menutupi kebutuhan sudah menjual motor. Bahkan barang yang bisa dijual sudah habis. Untuk makan dan kontrol saja sudah berat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah desa setempat sudah memberikan bantuan sekitar Juni atau Juli lalu. Bahkan, keprihatinannya itu sudah diketahui Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar melalui telpon video. Dalam percakapan tersebut, sebut Diah, Bupati menyatakan akan berkunjung langsung ke rumahnya.
“Kami belum tahu jadwal pastinya,” tuturnya.
Walaupun memiliki segudang keterbatasan, harapannya masih sangat besar. Sebagai seorang ibu, Diah sangat memimpikan dan ingin melihat tumbuh kembang anaknya dalam keadaan sehat dan baik. Karena itu ia senantiasa berdoa untuk dipertemukan para dermawan dan orang-orang baik.
“Yang kami harapkan cuma satu, anak kami bisa terapi rutin dan punya harapan untuk sembuh,” pungkas sang ibu. (Icu)
