Sementara itu, tim medis di Puskesmas dibantu tenaga kesehatan tambahan untuk menangani lonjakan pasien. “Kondisi sebagian besar siswa stabil, namun kami tetap observasi intensif agar tidak ada yang memburuk,” ujar seorang perawat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak dinas kesehatan setempat masih melakukan investigasi. Sampel makanan diduga penyebab keracunan telah dibawa untuk diuji di laboratorium. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dikabarkan telah memerintahkan jajarannya memastikan penanganan cepat sekaligus mengevaluasi mekanisme distribusi MBG.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang digulirkan sejak awal tahun ajaran baru. Tujuannya, meningkatkan gizi siswa sekaligus meringankan beban orang tua. Namun, kasus di Luragung ini menjadi catatan serius mengenai standar pengolahan dan distribusi makanan di lapangan.
Meski sebagian besar siswa telah mendapatkan penanganan awal, keresahan tetap menyelimuti orang tua. “Kami berharap segera jelas apa penyebabnya. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” kata Risma. (icu)
