Cikalpedia
”site’s ”site’s
Sosok

Sejarah Baru Jadi Pj Sekda Termuda, Ini Profil Wahyu Hidayah

foto : Istimewa

KUNINGAN – Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., resmi menyandang pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tertanggal 29 Februari 2024. Kenaikan pangkat tertinggi dalam karier PNS ini menjadi penanda hampir seperempat abad pengabdiannya pada negara, yang dimulai dari dunia kehutanan hingga kini memimpin dinas yang mengurusi urusan perut rakyat dan kini didaulat menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Kuningan untuk tiga bulan kedepan.

Lelaki kelahiran Wanasari, Brebes, 15 Maret 1977 itu adalah sosok birokrat kawakan yang karirnya penuh dengan liku dan lintasan bidang yang beragam. Tak banyak birokrat yang memiliki rekam jejak sekompleks Wahyu. Ia memulai kariernya di tahun 2000 sebagai CPNS di lingkungan Kehutanan, membidangi konservasi tanah dan rehabilitasi lahan di Kabupaten Cirebon.

Perjalanan kariernya tak linear. Setelah dunia kehutanan, Wahyu sempat merasakan menjadi “pengendali” perizinan hasil hutan sebelum akhirnya berpindah haluan ke dunia perencanaan pembangunan di Bappeda Kabupaten Kuningan pada 2005. Di Bappeda iniah, kemampuannya dalam merancang dan mengkoordinasi pembangunan terasah. Ia mengepalai Sub Bidang Fisik dan kemudian dipromosikan memimpin Bidang Ekonomi, yang menjadi pondasi kuat untuk jabatan strategis selanjutnya.

Pada akhir 2016, pria yang menyelesaikan gelar doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Pasundan ini dipercaya memegang amanah sebagai Kepala Bagian Humas Setda Kuningan. Selama empat tahun, ia menjadi juru bicara dan ujung tombak komunikasi pemerintah daerah. Jabatan ini kemudian berevolusi menjadi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan seiring perubahan nomenklatur.

Tahun 2020 menjadi tahun percobaan yang penting. Ia ditugaskan sebagai Plt. Sekretaris Dinas Kominfo sebelum akhirnya diangkat secara definitif menjadi Kepala Dinas Kominfo Kuningan. Di era kepemimpinannya, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan strategis nasional dan internasional, seperti Digital Leadership Academy dari National University of Singapore dan International Visitor Leadership Program dari Pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga :  Oktafiandi Gaungkan Kemenangan Ganjar-Mahfud di Kuningan: Lawan Politik Uang, Jaga Demokrasi

Related posts

Rotasi Besar-besaran Jelang Lebaran, 278 Pejabat Kuningan Dilantik di Tengah Suasana Puasa

Cikal

Tuduhan Gratifikasi Dalam Moratorium Perumahan Berisiko Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial

Alvaro

Uha Sebut Kinerja Bupati Kuningan Melesat, Jika Mau Kritik Harus Berbasis Data, Bukan Asbun

Alvaro

Leave a Comment