“Kami akan berkoordinasi dulu, bagiamana dengan pihak di lapangan supaya ada keterikatan batin, mensinkronkan mereka yang kini di posisi baru, termasuk saya,” tambahnya.
Secara pribadi ia ingin menjawab bahwa sebutan kabupaten angklung dan kabupaten pendidikan bukan seremonial atau formalitas saja. Karena itu dirinya berharap dukungan dari para pihak, pelaku pendidikan dan kebudayaan di Kuningan, supaya bisa mengoptimalkan ide dan gagasan yang belum maksimal.
“Tentu kami akan terus mengikuti arahan dari pimpinan, sambil berinovasi dan mengacu kepada visi Kuningan Melesat. Insyaallah Kabupaten Angklung, dari sisi Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, dan juga program yang sudah digarap oleh senior-senior kami,” katanya. (Icu)
