Cikalpedia
”site’s ”site’s
Cerpen

Sepatu dan Kaos Kaki

Setiap pagi, di sudut kamar yang teduh, sepasang sepatu menunggu kaki yang lelah menempuh dunia. Ia berdiri tegak, diam tapi gagah, seolah tahu perjalanan tak pernah mudah.

Wawan memasukkan kakinya tergesa, tanpa kaos kaki, tanpa jeda. Langkah pertama terasa biasa, langkah kedua mulai perih, dan pada langkah keseribu, tumbuhlah luka kecil di tumitnya, Luka sepatu dan Kaos Kaki yang diam, tapi mengingatkan.

Di malam yang sepi, Wawan menatap sepatunya.
“Kenapa kau melukaiku?” gumamnya lirih.
Padahal, di luar sana, jalanan penuh kerikil, paku, dan debu,
dan hanya sepatu itulah yang sanggup melindungi.

Andai sepatu bisa bicara, ia mungkin berkata,

“Aku tak pernah berniat menyakitimu. Tapi setiap perlindungan butuh jarak lembut agar tak berubah jadi ancaman.”

Dan jarak itu bernama kaos kaki, selembar kain sederhana
yang tak sekuat sepatu, tapi sanggup menenangkan gesekan antara kasih dan perih.

Baca Juga :  Tak Hanya Insentif, Pemkab Kuningan Buka Akses PKL ke Belanja Pemerintah

Related posts

Open Bidding Sekda Kuningan, PCNU: Langkah Strategis Pj Bupati

Cikal

Robi Cetak Hattrick! Proton FC Kuningan Hajar 5TM NTB 7-4 dalam Pesta Gol Spektakuler

Cikal

Ksatria Kamdan Kawal 1.927 TPS, Siap Lawan Politik Uang di Pilkada Kuningan

Cikal

Leave a Comment