Hal itu menyusul pengakuan dari Tim Akselerasi Kabupaten Pendidikan bahwa setahun terakhir ini wacana tersebut mengalami stagnasi.
Koordinator Tim Akselerasi Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan, Dr. Uhar Suharsaputra, menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada koordinasi lanjutan antara tim akselerasi dengan pemerintah daerah. Padahal menurutnya, tim tersebut sudah melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan, bahkan ke setiap penjuru desa.
”Saya hanya sebatas membantu gerakan Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan, dan waktu itu saya difasilitasi mobil dinas untuk keliling ke setiap kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Kuningan untuk mensosialisasikan gerakan ini,” ujarnya ketika ditemui tim cikalpedia.id di kediamannya, Senin, (24/11/2025).
Menurutnya, untuk mewujudkan Kuningan menjadi Kabupaten Pendidikan tidak membutuhkan anggaran yang cukup besar. Ia menerangkan bahwa yang terpenting dari tujuan itu adalah adanya gerakan bersama, mulai dari desa hingga tingkat kabupaten yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
”Pemerintah daerah kan punya otoritas yang penuh untuk mengeluarkan kebijakan, kami sudah sosialisasi ke camat, bahkan kepala desa terkait pentingnya pendidikan, capaian menuju kabupaten pendidikan dan lain-lain. Jadi tindaklanjutnya tinggal bergerak dari bawah, bila perlu ada instruksi lanjutan dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Progres Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan itu, menurutnya, terhenti di bulan Desember 2024 setelah timnya melakukan evaluasi tahunan. Setelah 2024 dan memasuki tahun 2025, Uhar mengaku tidak ada komunikasi lanjutan atau pertemuan yang intens untuk membahas tahapan gerakan tersebut.
Padahal, menurut Uhar, pada tahap awal ketika sosialisasi ke setiap kecamatan dan desa, program tersebut mendapat tanggapan positif dan antusias dari berbagai kalangan masyarakat.
”Pastinya, setiap kecamatan dan desa yang sudah mendapat informasi melalaui sosialisasi itu menunggu lanjutannya seperti apa,” ujarnya.
Uhar menilai, stagnansi tersebut akan berdampak pada hilangnya momentum kesadaran publik mengenai pentingnya penguatan sektor pendidikan. Menurutnya, jika tidak segera diambil langkah strategis, maka akan sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan yang sebelumnya telah dilibatkan.
Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah kongkrit menghidupkan kembali wacana yang sudah dibangun, mengingat sektor pendidikan merupakan pondasi utama untuk mencetak generasi emas, termasuk meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kuningan.
”Kalau pemerintah daerah serius, tinggal dilanjutkan saja. Modal sosial dan jaringan masyarakat sudah terbentuk. Yang dibutuhkan hanya komitmen dan keberlanjutan kebijakan,” pungkasnya. (Icu)
