Cikalpedia
”site’s ”site’s
Kuningan

Temu Sapa Wartawan, JAI Kuningan Sampaikan Kontribusi Pembangunan

KUNINGAN – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kabupaten Kuningan mendapat kunjungan sejumlah wartawan dari wilayah Jawa Barat dan Banten. Dalam kunjungan itu disampaikan berbagai program JAI dalam pembangunan dan kemanusiaan.

‎Kunjungan wartawan dikemas dalam program Live in Jurnalisme Konstruktif dan Kolaboratif berbasis Komunitas. Acara digelar Jumat – Minggu (16-18/1/2026). Kegiatan bertujuan membangun kesadaran inklusif dan kolaboratif media melalui pelibatan aktif komunitas serta tokoh agama lintas iman sebagai solusi peran media dalam mengedukasi masyarakat dan mempromosikan perdamaian.

‎Di salah satu kesempatan, mubaligh JAI Manislor, Maulana Agus Mulyana, menerangkan cikalbakal masuknya Ahmadiyah ke Desa Manislor, bermula sejak akhir Desember 1953. Sosok pertama yang membawanya adalah H. Basyari Hasan.

H. Basyari Hasan, merupakan mubaligh pertama yang mengawali perubahan tatanan kehidupan di Desa Manislor. Yang bersangkutan pernah menjabat sebagai kepala desa di Garut, yang kemudian diminta oleh Kepala Desa Manislor saat itu, untuk membina dan memberikan tarbiah para anggota jemaat Ahmadiyah Manislor yang baru dibai’at.

‎”Ketika JAI mulai berkembang, reaksi dan perlawanan pun cukup dahsyat. Tapi atas ridha Allah, Jemaat Ahmadiyah semakin berkembang walaupun mengalami beberapa kali penyerangan,” ujar Agus, Sabtu (17/1/2026)

‎Tepat pada tanggal 12 Oktober 1980, menurutnya, JAI Manislor juga mendirikan sebuah gedung yang kini menjadi sarana kegiatan atau berkumpul, terutama untuk menjamu tamu yang kerap berkunjung.

‎Di tempat yang sama, Tatan Langri Donan Bara, selaku tokoh JAI menambahkan, bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki pemilahan sampah yang kini dikelola oleh masyarakat. Hal itu, beririsan dengan persoalan Kuningan tentang volume sampah yang kian memuncak dan belum tertangani.

‎”Kami kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengampanyekan kebersihan lingkungan berupa aksi bersih-bersih dan aktif beberapa event tahunan mengenai isu lingkungan,” tambah Tatan.

‎Di bidang kesehatan, pada tahun 2017 Manislor menjadi pendonor mata terbanyak se-Indonesia dan bahkan mendapatkan rekor muri. Program donor mata tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan Jemaat Ahmadiyah Manislor terhadap sesama, khususnya bagi penderita gangguan penglihatan yang membutuhkan transplantasi kornea.

‎Sedangkan dalam hal epedulian terhadap pendidikan, JAI Kuningan mendirikan fasilitas pendidikan berupa SMP Amal Bakti. Sekolah tersebut didirikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat sekitar Desa Manislor, tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

‎”Dalam rangka menyambut 100 tahun, kami, JAI Manislor akan mempersembahkan madrasah sebagai sarana pembelajaran keagamaan,” pungkas Tatan. (Icu)

Baca Juga :  Cegah Pernikahan Dini, KUA Japara Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Related posts

GRIB Dukung Ridho-Kamdan, Klaim Tak Pernah Absen Dampingi Warga

Cikal

Mahasiswa UM Kuningan dan DT Peduli Galang Kepedulian Bencana

Ceng Pandi

Cahaya Muharram di Perum BKE, Dari Lomba Adzan hingga Pawai Lampion

Cikal