Cikalpedia
”site’s ”site’s
Peristiwa

Tertarik Ikan Dewa untuk Praktik, Mahasiswa Asal Aceh Terisolasi di Kuningan

KUNINGAN – Azhari (23), Mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Aceh asal Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur terisolir di Kabupaten Kuningan. Kejadian itu bermula ketika menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan.

‎PLP yang dilakukannya dimulai Juli 2025. Ia PLP bersama sebelas teman lainnya dari berbagai kampus dari Cirebon, Tegal, dan berbagai daerah luar pulau. Azhari menyebut, ketertarikan Kuningan yang menjadi tempat praktik karena ada cerita khusus di masyarakat Kuningan tentang ikan dewa. Bahkan ikan tersebut dinilai sakral sehingga tidak diperkenankan untuk dikonsumsi.

‎”Saya kesini itu tujuannya untuk belajar ikan dewa, karena ikan dewa ini hampir punah di Aceh. Banyak yang mengkonsumsi, tapi sulit untuk bagaimana membudidayakannya,” ujarnya kepada Cikalpedia.id, Sabtu, (3/1/2026).

‎Menurutnya, sejak bencana banjir menimpa Aceh dan Sumatera, ia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan untuk pulang pun ia kesulitan dikarenakan akses yang terputus.

‎”Kalau rumah saya nggak terkena banjir, karena ada di wilayah perbukitan (dataran tinggi), yang terkena bencana itu di wilayah bawahnya. Tapi, terdampak karena satu wilayah itu semuanya sudah tidak bisa aktivitas kemana-mana. Kalau saya komunikasi melalui hp sih kadang putus-putus soalnya sinyal di sana sulit,” tambahnya.

‎Ia juga menyampaikan bahwa PPL itu sudah berakhir tanggal 28 November 2025. Dari 11 temannya itu, lanjut Azhari, ada yang berasal dari Aceh yaitu Noval.  Namun, menurutnya, Noval bisa pulang dikarenakan tempat tinggalnya tidak terdampak bencana.

‎”Ada yang dari Aceh juga yaitu Noval, tapi sudah pulang karena wilayahnya juga tidak terdampak banjir,” ujarnya.

‎Sampai saat ini, ia dibantu oleh Dodo Ahda Fawase, yang merupakan pemilik budidaya ikan di Desa Cibinuang. Dodo menanggung hidup Azhari, mulai dari tempat tinggal hingga makan dan minum.

‎Langkah ke depan, ia akan pulang ke kampus Politeknik AUP Pusat, Jakarta sekitar tanggal 18-19 Januari 2026, sembari menunggu bantuan untuk bisa pulang ke tempat tinggal asalnya. Dengan demikian, ia berharap kepada pemerintah bisa membantu dirinya untuk bisa bertemu dengan keluarga di Aceh.

‎”Kalau sehari-hari di sini alhamdulillah saya dikasih makan sama keluarga Pak Dodo. Harapan dari saya, kuliah bisa selesai, keluarga di sana semoga sehat selalu, dan untuk pemerintah semoga bisa membantu saya untuk pulang,” pungkasnya. (Icu)

Baca Juga :  Empat Surga Monyet di Ciayumajakuning yang Jarang Diketahui Wisatawan

Related posts

Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Penuhi DPRD Kuningan   

Ceng Pandi

Isu Panas Mutasi Jilid II Mulai Bergulir, Mang Ewo Yakin Pejabat Profesional

Alvaro

Paskibraka Kuningan Siap Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Ceng Pandi