Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa konsep tahun ini memang ditekankan pada edukasi dan stimulasi partisipatif.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bersiap lebih baik daripada hanya sekadar merespons saat bencana terjadi. Selain plogging, kami juga melakukan simulasi evakuasi mandiri dan uji coba sistem peringatan dini,” terang Ibe sapaan akrab Indra Bayu Permana.
Sebagai bentuk penguatan armada, dalam kesempatan tersebut Bupati Dian didampingi Ibe juga mengecek langsung satu unit mobil tangki baru milik BPBD Kuningan. Mobil tangki yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB ini telah dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih penanggulangan bencana.
“Mobil tangki ini akan menjadi armada vital yang siap diterjunkan sebagai kekuatan utama dalam operasi penanggulangan bencana di seluruh wilayah Kuningan,” tegas Ibe.
Peringatan HKBN 2026 ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi gerakan kolektif untuk menciptakan masyarakat Kuningan yang tangguh, sigap, dan siap selamat menghadapi segala potensi bencana. ***
Penulis: Ali ‖ Editor: Ali
