KUNINGAN — Aula Mayang Catering pada Minggu siang, (21/122025), menjadi saksi bisu kembalinya Haji Udin Kusnedi ke tampuk kekuasaan Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar secara serentak di Jawa Barat, politisi kawakan yang akrab disapa “Jiud” ini resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Kuningan untuk masa bakti 2025–2030.
Musda kali ini berlangsung dengan nuansa berbeda. Di bawah pantauan langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) secara daring, konsolidasi partai berlambang matahari putih ini terasa lebih klinis. Tidak ada kegaduhan yang meletup, keputusan diambil melalui mekanisme formatur yang presisi.
Wakil Ketua DPW PAN Jawa Barat, Toto Suharto, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan kali ini sepenuhnya berkiblat pada instruksi pusat. Meski nama Udin Kusnedi sejak awal mendominasi bursa calon tunggal, aturan main organisasi menuntut adanya struktur formatur yang kolektif.
“DPP mengarahkan agar formatur terdiri dari tiga orang. Dari hasil rapat pleno, diputuskan struktur inti yang akan menggerakkan roda partai ke depan,” ujar Toto.
Jabatan Sekretaris kini dipercayakan kepada Ade Abdul Jafar Sidik, sementara posisi Bendahara diisi oleh Wiwin. Trio ini diharapkan menjadi mesin penggerak yang mampu menyatukan faksi-faksi internal partai yang sempat tersebar.
Target yang dipatok dalam Musda VI ini tergolong ambisius yaitu merebut kembali kejayaan yang pernah diraih PAN Kuningan satu dekade silam. Toto Suharto mengenang kembali periode 2010–2015, masa di mana PAN menjadi “raksasa” di parlemen Kuningan dengan raihan delapan kursi DPRD.
