“Di PON kita juara, di kejuaraan antar-ASN kita meraih emas, timnas putra pun sudah emas. Prestasi membanggakan ini tidak terjadi secara instan, melainkan buah dari pembinaan yang terus dijaga oleh klub-klub seperti Proton FC,” tegas Erwan.
Baginya, turnamen seperti Proton Super Cup yang berkolaborasi dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat adalah laboratorium krusial. Selama kompetisi rutin digelar di tingkat akar rumput, Jawa Barat tidak akan pernah mengalami krisis stok pemain berkualitas.
Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia meraih emas di kancah internasional belakangan ini juga menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. Erwan memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah sedang menggodok pemberian bonus sebagai bentuk penghargaan.
“Soal bonus, insyaallah akan kami komunikasikan dengan Pak Gubernur dan pimpinan DPRD Jawa Barat. Prestasi yang sudah mengharumkan nama bangsa tentu harus kita apresiasi secara layak,” ungkapnya
Menutup kunjungannya, Erwan menegaskan bahwa model kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Proton FC harus diperluas. Keterbatasan anggaran bukan lagi penghalang utama selama ada pihak swasta yang mau “berkeringat” membina atlet sejak usia sekolah.
Ke depan, Pemprov Jabar berencana melebarkan sayap dukungan olahraga, termasuk rencana turnamen sepak bola antar-kabupaten/kota dengan tetap melibatkan mitra strategis. Bagi Erwan, Proton FC bukan sebatas klub, melainkan simbol bahwa dari daerah kecil seperti Kuningan, bisa lahir kontribusi besar untuk kejayaan olahraga Indonesia. (ali)
