Cikalpedia
”site’s ”site’s
Puisi

Wajah Sandal

Dan di samping air terjun yang menghangat dari bumi

Pohon diperbanyak. Pohon liar ditebangnya

Reboisasi ulang katanya

Esok hari yang tenang kini berubah

Ban dibakar dijalanan

Suara lantang bersahutan

Suara suram penolakan dirinya

Penolakan pendatang yang menjelma menjadi rakus

Kini raut sesal tampak di wajah penduduk

Ada yang memanjat doa

Ada yang mengutuk diam

Ada yang melempari kotoran

Ada yang mencerca

Bahkan penuh niat tak baik

Tak baik di ungkapkan

Penuh sumpah serapah

Tapi adakah dia merenung

Adakah dia menyesali

Senyum itu jika dipandang lekat tampak sinis

Simpulnya bengis. Kening ketegasan penuh serakah

Entah dendam apa pada warga itu

Tragis dan menyedihkan

Warga miskin yang masa bodo hanya geleng bahkan tak pernah berfikir akan begini

Suara suram memekak telinga

Telinga ditutup disumpal

Mulut sebagian disumpal sulam merah darah

Berlogo peci hitam

Hendak pergi tapi malu kucing

Mobil mewah berderit berhenti menatap arogan

Matahari yang sama

Langkah yang berubah

Disudut papan tulis skema hitam bertuliskan

Tuntaskan

Penulis: Rudi

Baca Juga :  36 Tahun PAM Tirta Kamuning, Bupati Kuningan Sentil Cakupan Layanan

Related posts

Bawaslu Kuningan Tertibkan Baliho Caleg dan Capres di Jalur Protokol, Termasuk Baliho Istri Mantan Bupati

Cikal

Proyek Jalan Pariwisata Cipari–Cisantana Capai 30 Persen, Rampung Awal Desember

Cikal

Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini, Kertaungaran Hadirkan Perpustakaan Cita Cerita

Ceng Pandi

Leave a Comment