Cikalpedia
”site’s ”site’s
Opini

Isra Mi’raj: Sebuah Konsistensi dan Pencapaian

Sopandi / Ceng Pandi

SEMARAK menyambut peringatan Isra Mi’raj 1447 H. mulai bergema di musola dan masjid di Kabupaten Kuningan. Majelis taklim ibu-ibu termasuk khutbah jum’at tidak lepas membicarakan ulang peristiwa yang dialami Nabi Muhammad Saw. Peristiwa itu menjadi khazanah, yang hikmahnya terus digali dan disebarkan berulang. Tujuannya satu, supaya kualitas iman dan takwa setiap muslim semakin baik.

Kualitas beriman dan bertakwa sangat penting karena dampaknya sangat luar biasa besar, terutama dalam menjamin keselamatan diri dan lingkungan di sekitarnya. Kata Nabi, seseorang tidak bisa dikatakan beriman jika tetangganya tidak merasa aman darinya. Di dalam KBBI, tetangga diartikan sebagai orang yang rumahnya berdekatan atau sebelah – menyebelah. Di lain hal disebutkan bahwa batasan tetangga itu 40 rumah, ke samping, depan, dan belakang.

Meski definisi tetangga identik dengan rumah atau orang, pendalaman atas definisi itu penting untuk terus dikembangkan. Tetangga sejatinya tidak hanya rumah dan orang secara fisik yang tampak wujudnya, tetapi lebih dari itu yakni tentang harkat dan martabat, keamanan, kesejahteraan, kedamaian, dan kebutuhan psikis lainnya. Bahkan, tetangga juga bukan hanya orang dalam arti person, tetapi entitas yang ada di sekitar atau di sekeliling manusia, seperti selokan, sawah, hutan, hewan, gunung, dan lain sebagainya. Keberadaan orang-orang beriman dan bertakwa harus bisa menjamin eksistensi semua yang disebutkan itu. 

Karena hal itu, mendalami makna Isra Mi’raj tidak sebatas memoles dan menguatkan kesalehan pribadi, misalnya semakin rajin dan khusu’ menjalani ritual sholat sebagai oleh-oleh dari peristiwa Mi’raj. Itu saja tidak cukup. Kesalehan seorang yang beriman dan bertakwa wajib berdampak pada kesalehan sosial. Orang-orang yang sholat harus bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bebas dari sampah, penggundulan hutan, dan tindakan eksploitatif lainnya. Bukan malah sebaliknya. Al-Quran sudah sangat tegas menyatakan bahwa sholat merupakan pencegah perbuatan keji dan munkar.

Baca Juga :  Kadiskopdagperin Trisman Terapkan Sanksi Unik untuk Tingkatkan Kedisiplinan Pegawai

Sholat seperti apa dan yang bagaimana? Dewasa ini ritual sholat sangat jelas dan tampak riuh diupdate di media sosial tetapi seolah berlomba dengan tindakan kejahatan, pembalakkan liar, korupsi, penipuan, dan sejenisnya. Jawabannya adalah sholat yang benar-benar didirikan. Bukan yang hanya dilaksanakan.

Selain tentang iman dan takwa, serta sholat yang harus menjadi kesalehan pribadi dan sosial, pemaknaan Isra Mi’raj juga harus menyadarkan umat, bahwa peristiwa itu tidak lahir dari ruang hampa. Tidak ujug-ujug, hanya karena Nabi sedang dalam suasana duka pasca istri dan paman yang melindunginya wafat, sehingga harus dihibur. Bukan sebatas itu. Said Nursi dalam Mustikasari (2021), mengungkapkan bahwa perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yarusalem kemudian ke Sidratul Muntaha, merupakan penghargaan atau panggilan terhadap Nabi yang konsisten mendengar dan melihat seluruh tanda kekuasaan dan ciptaan Allah SWT. Bentuk pendengaran dan penglihatannya itu melekat dalam wujud keseharian laku Nabi yang senantiasa tunduk dan patuh pada perintah dan larangan-Nya.

Prihal konsistensi Nabi dalam mendengar dan melihat tanda kekuasaan dan kreasi Allah Swt., di luar konteks risalah kenabian, menjadi poin penting untuk seluruh umatnya. Para pencintanya harus menggali dan mengambil spirit itu yang kemudian dijadikan nilai dasar atau landasan dalam bertindak dan berprilaku. Sehingga, peringatan Isra Mi’raj tidak jatuh pada pengulangan dan seremonial, melainkan menyentuh tujuan intinya yakni meningkatkan kualitas keimanan kepada Nabi dan al-Quran serta penguatan, meminjam istilah Cak Nur, omnipresent atau kemahahadiran Allah Swt.

Related posts

Satgas TMMD Kodim 0615 Kuningan Gelar Layanan Kesehatan Hewan di Desa Sukaraja

Cikal

Festival Bogasari 2023 di Kuningan: Ribuan Warga Serbu Sajian UMKM, Chef Nicky Tirta Hadirkan Muffin Ubi Ungu

Cikal

Pekerja Bangunan Dukung Ridho-Kamdan, Harap Kesejahteraan Meningkat

Cikal