Cikalpedia
”site’s ”site’s
Politik

PDI-P Berjuang Sendiri Tolak Pilkada oleh DPRD

Ketua DPC PDIP Kuningan Nuzul Rachdy

KUNINGAN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus menguat. Partai koalisi pemerintah di DPR-RI sepakat dengan sistem tersebut. Yang sudah pasti berbeda dan melontarkan penolakan baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

‎Mengenai hal itu, Ketua Partai PDIP Kuningan, Nuzul Rachdy turut angkat bicara dan menegaskan bahwa sikap PDI Perjuangan tetap menolak sistem Pilkada dipilih oleh DPRD. Menurutnya, hal itu sesuai dengan arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Sabtu-Senin, (10-12/1/2026).

‎”Sesuai dengan hasil Rakernas kemarin, PDI Perjuangan secara tegas menolak Pilkada dipilih oleh DPRD,” ujar Zul, saat diwawancarai Cikalpedia.id di ruang kerjanya, Kamis, (15/1/2026).

‎Menurutnya, sistem Pilkada tersebut menciderai amanat reformasi dan tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar yaitu kedaulatan ada di tangan rakyat, termasuk hak politik. Menurutnya, Keputusan Mahkamah Konstitusi sudah sangat jelas bahwa Pilkada dipilih oleh rakyat secara langsung. Maka, pihaknya bersikukuh keputusan itu harus dipertahankan.

“Walaupun di parlemen hanya partai banteng yang menolak, tetapi kami berada bersama rakyat, termasuk hasil survey bahwa masyarakat masih menghendaki untuk pemilihan secara langsung,” tambahnya.

‎Meski satu-satunya partai yang menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, pihaknya berkomitmen untuk berjuang di parlemen. Menurutnya, masyarakat sudah menilai bagaimana pemilihan denagn sistem tertutup, masyarakat tidak memiliki haknya sebagai warga negara, termasuk hak untuk memilih pemimpinnya.

‎Menurut Zul, partai politik seharusnya menjadi garda terdepan untuk kepentingan rakyat. Tidak seperti belakangan ini, realitas partai politik justru hanya mengedepankan kepentingan elite.

‎Zul juga membantah bahwa efisiensi anggaran bukan menjadi alasan Pilkada dilaksanakan secara tidak langsung. “Jangan berlindung dari efisiensi anggaran, untuk rakyat itu anggaran jangan terlalu menjadikan persoalan, untuk efisiensi kan banyak cara lain,” pungkasnya. [Icu]

Baca Juga :  Panen Raya di Maleber: Bupati Dian Buktikan Komitmen ke Petani

Related posts

Produk Desa Tembus Eropa, APUDSI Buka Akses Global

Alvaro

Diaspora Indonesia Minta Program Global Citizen of Indonesia Dievaluasi

Alvaro

Keluarga Ingin Ditemui Bupati, ARA Ciwaru Juga Sering Panggil KDM

Ceng Pandi