
KUNINGAN — Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi generasi muda, Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Kuningan memilih memulai kepengurusan barunya dengan membawa misi yang jelas: memperkuat benteng remaja dari ancaman seks bebas, penyalahgunaan NAPZA, hingga pengaruh negatif dunia digital.
Sebanyak 35 pengurus Forum GenRe Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2028 resmi dilantik Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan, Apip Ropii, di Aula DPPKBP3A, belum lama ini.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, pergantian kepengurusan ini bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi. Forum GenRe diharapkan menjadi garda terdepan yang mampu menjangkau remaja melalui pendekatan sebaya, terutama ketika berbagai persoalan sosial kian akrab dengan kehidupan anak muda.
Dalam sambutannya, Kepala DPPKBP3A Kuningan, Apip Ropii mengatakan perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin rumit. Remaja, kata dia, berhadapan dengan risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta derasnya arus informasi di ruang digital yang tidak selalu membawa dampak positif.
Karena itu, menurut Apip, Forum GenRe harus mampu menjadi ruang yang aman bagi remaja untuk bertukar pengalaman, memperoleh informasi yang benar, sekaligus mendapatkan pendampingan dalam merencanakan masa depan.
“Forum GenRe diharapkan menjadi tempat remaja belajar, berbagi, dan berkembang bersama sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat bagi masa depannya,” ujar Apip.
Ketua Forum GenRe Kabupaten Kuningan periode 2026–2028, Reztu Azhar, mengatakan kepengurusan baru akan memfokuskan program pada penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program tersebut dinilai menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan remaja, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Selain memperkuat PIK-R, Forum GenRe juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Reztu menyebut kerja sama akan dibangun bersama organisasi perangkat daerah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas, media massa, hingga dunia usaha.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada seluruh perangkat daerah, sekolah dan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas, media, dunia usaha, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan remaja Kabupaten Kuningan,” kata Reztu.
Melalui kepengurusan yang baru, Forum GenRe berharap gerakan pembinaan remaja tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi ini menargetkan lahirnya lebih banyak ruang edukasi, konseling, dan pengembangan diri sehingga remaja Kuningan memiliki bekal untuk menghindari perilaku berisiko sekaligus menyusun masa depan yang lebih terarah. ***




