
JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyerukan peningkatan kewaspadaan terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan, seperti begal, jambret, copet, maling hingga perampokan.
Melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, KDM menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat pengamanan di wilayah Jawa Barat.
Pihaknya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat serta Polda Metro Jaya guna mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Sebagai langkah awal, ia meminta mobil patroli aktif beroperasi setiap malam dengan lampu rotator tetap menyala sebagai bentuk kehadiran aparat di tengah masyarakat.
Tak hanya mengandalkan aparat, KDM juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling). Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan lingkungan.
”Menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong royong,” ujarnya dalam unggahan di sosial media pribadinya.
Pernyataan yang paling menyita perhatian adalah pengumuman sayembara bagi masyarakat yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan. KDM menyiapkan hadiah mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku maling, copet, jambret, begal maupun perampok, kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.
Besaran hadiah akan disesuaikan dengan tingkat risiko dan jenis kejahatan yang berhasil digagalkan.
Melalui kebijakan tersebut, pihaknya berharap masyarakat semakin berani melawan aksi kriminal, namun tetap mengedepankan keselamatan dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat solidaritas dalam menjaga keamanan lingkungan.
”Mari kita bersama waspada, berani, kita lawan,” tegasnya.
ĺ




