KUNINGAN – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengunjungi kantor pusat JABERJEK Indonesia di Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindangagung, kemarin. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong tumbuhnya perusahaan rintisan berbasis teknologi yang dikembangkan oleh anak daerah.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Ucu Suryana. Keduanya meninjau ruang operasional serta sistem yang digunakan JABERJEK dalam menjalankan layanan berbasis aplikasi.

JABERJEK merupakan platform digital yang menyediakan berbagai layanan, mulai dari transportasi, pengiriman barang, pesan antar makanan, belanja kebutuhan harian hingga jasa layanan rumah tangga. Platform tersebut juga melibatkan mitra pengemudi dan pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan.

Pendiri JABERJEK, Darwin, menjelaskan aplikasi itu dikembangkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh berbagai layanan sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Bupati Dian menilai keberadaan startup lokal seperti JABERJEK menunjukkan bahwa inovasi digital tidak hanya lahir di kota-kota besar. Menurutnya, anak muda di daerah juga memiliki kemampuan menciptakan solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Yang membanggakan, aplikasi ini lahir di Kuningan dan sebagian besar dikerjakan oleh putra-putri daerah. Kehadirannya tidak hanya menghadirkan layanan digital, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendukung pelaku UMKM,” kata Dian.

Ia berharap masyarakat memberi ruang bagi produk digital lokal untuk berkembang. Dukungan tersebut dinilai penting agar startup daerah memiliki kesempatan bersaing sekaligus memperluas pasar.

Menurut Dian, keberhasilan sebuah startup tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

“Peluang itu sebenarnya ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi. Saya berharap JABERJEK terus berkembang, memperluas jangkauan layanan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Darwin mengatakan JABERJEK dibangun sebagai ekosistem yang menghubungkan konsumen, pengemudi, serta pelaku UMKM dalam satu platform. Selain mempermudah transaksi, aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu usaha kecil memperluas pasar melalui layanan digital.

Saat ini, kata Darwin, JABERJEK melayani rata-rata sekitar 400 transaksi setiap hari dan mulai memperluas layanan ke wilayah Cirebon. Ke depan, perusahaan menargetkan pengembangan layanan ke daerah lain di kawasan Ciayumajakuning.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, berkembangnya startup lokal menjadi salah satu indikator tumbuhnya ekonomi digital sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi baru dari daerah. ***