CIREBON – Pengenalan lapangan menjadi langkah pertama yang ditempuh Kelompok 7 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sebelum menjalankan program pengabdian di Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Survei perdana yang digelar pada Senin (27/7/2026), itu difokuskan untuk memetakan potensi sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja selama KKM berlangsung.

Kelompok 7 dipimpin oleh Saepul Auliyudin, mahasiswa Semester 6 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UMC. Tim sebanyak 22 orang ini terdiri atas mahasiswa lintas disiplin ilmu, mulai dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Hukum.

Komposisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa. Setiap bidang keilmuan akan berkontribusi sesuai kompetensinya untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan.

Survei lapangan juga mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cangkoak. Keterlibatan keduanya ditujukan untuk memperkuat koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan unsur keamanan selama pelaksanaan KKM.

Kelompok 7 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Cangkoak melalui Penguatan Ekonomi Sirkular Berbasis UMKM, Pengelolaan Sampah Terpadu, dan Ketahanan Pangan.” Tema tersebut menjadi landasan dalam penyusunan berbagai program yang diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Terdapat tiga program unggulan yang disiapkan. Program pertama ialah pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya menciptakan sistem penanganan sampah yang lebih terorganisasi. Program kedua berupa edukasi dan pendampingan budidaya maggot (Black Soldier Fly) untuk mengolah sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Sementara itu, program ketiga menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mahasiswa akan membantu pengembangan pemasaran digital melalui pembuatan peta digital berbasis Google Maps agar lokasi usaha lebih mudah ditemukan masyarakat maupun calon konsumen.

Rangkaian survei berlangsung tanpa kendala dan memperoleh respons positif dari perangkat desa serta warga. Hasil pemetaan yang diperoleh akan menjadi bahan penyusunan rancangan teknis sebelum seluruh program memasuki tahap pelaksanaan dalam beberapa pekan mendatang. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, Kelompok 7 berharap program KKM tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cangkoak. ***