
KUNINGAN – Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) yang diprogramkan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Kuningan berhasil melampaui target. Hal itu disebut sebagai bukti dari besarnya dukungan dan kerjasama para pihak dalam mewujudkan masjid makmur dan ramah anak.
Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan, Yudis Muhamad Jalil, acara yang digelar serentak di masjid dan mushola se-Kabupaten Kuningan, pada Minggu, 26/7/2026 lalu itu hampir diikuti 60.000 anak. Angka tersebut tercatat melebihi target yang ditentukan yaitu 54.000 anak.
“Alhamdulillah Milad ke-54 DMI ini bisa menumbuhkan semangat berjamaah di kalangan anak, lebih dari 54 ribu yang kami targetkan,” kata Yudis, Selasa (4/8/2026)
Menurutnya, program utama pemakmuran masjid yang fokus pada shalat Subuh bagi anak muslim itu sudah berlangsung sejak tahun 2024. Untuk pertama kalinya, subuh berjamaah dipusatkan di Masjid Syiarul Islam yang diikuti oleh 600 anak. Kemudian pada tahun 2025, program serupa digelar di seluruh masjid desa/kelurahan se-Kuningan.
“Untuk pertama kalinya kami target 1000 anak tapi yang hadir 600. Sedangkan tahun kedua, dari target 10.000, tercapai 51.000 lebih anak yang terlibat. Kemudian di awal tahun 2026 dalam rangka menyambut Ramadhan 1448 H, program ini digabung dengan Gerakan Bersih-Bersih Masjid,” tuturnya.
Sosok yang akrab dipanggil Om Yudis itu menegaskan, tujuan Gerakan Subuh Anak Muslim sejalan dengan al-Quran surat al-Ankabut ayat 45 tentang pembentukan akhlak yang baik, dan hadis nabi tentang pentingnya mengajarkan anak untuk shalat di usia tujuh tahun, dan menghukumnya jika meninggalkan shalat di usia sepuluh tahun.
“Program ini mengawal hari anak nasional dan mendukung Kuningan sebagai Kabupaten Layak Anak yang termuat dalam visi Melesat,” ujarnya.
Selain itu, Koordinator Tim Peliput Data Kegiatan DMI Kuningan, Lilis Lismaya, menambahkan bahwa berdasar laporan Ketua DMI tingkat kecamatan dan Ketua DKM Desa/Kelurahan se-Kuningan, dari target 54.000, Subuh berjamaah diikuti 92.761 jamaah yang terdiri dari 59.156 jamaah anak dan 33.605 jamaah dewasa atau masyarakat umum.
“Target kehadiran anak 54.000 alhamdulillah melampaui target, yakni sebanyak 59.156 jamaah anak. Dengan jumlah total jamaah yang bergabung sebanyak 92.761 orang, ini menjadi bukti tingginya antusiasmenya masyarakat Kabupaten Kuningan yang peduli anak dan peduli masjid,” ujarnya didampingi Dr. H. Iwan Ahenda, selaku Ketua PC DMI Cilimus.
Sementara itu, Ketua Pimpian Daerah DMI Kuningan Dr. H. Ugin Lugina, menerangkan bahwa pemakmuran masjid menganut prinsip masjid untuk semua. Pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang menyukseskan Gerakan Shalat Subuh Anak Muslim tersebut.
Menurutnya, kesuksesan program tersebut tidak lepas dari peran para pengurus DKM, DMI kecamatan, kebijakan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kuningan, Kadisdikbud beserta para kepala sekolah dan guru-guru, para ulama, Badan Otonom DMI, Forum Camat, kampus UNISA Kuningan, BAZNAS Kuningan, komunitas kepala desa/kelurahan, GOW Kuningan, dan BKPRMI Kuningan.
“Semoga perans erta para pihak menjadi ladang amal jariyah, dan tabungan mutiara umat dan bangsa, secara khusus untuk mengawal generasi anak shaleh yang berakhlak mulia,” tuturnya didampingi, Sekretaris DMI Ano Sutarno, dan Bendaara, H. Hopidin.
Senada dengan Ketua DMI, Ketua Badan Otonom Masjid Ramah Anak (MRA) DMI Kuningan, Hj. Ii Wasita, M.Hum. berharap, program masjid ramah anak bisa dikawal dan diwujudkan semua pihak di setiap masjid desa/kelurahan serta masjid lingkungan perumahan dan RW.RT. Pihaknya mengajak para DKM dan semua pihak untuk berkomitmen dan peduli menyukseskan program tersebut.
Sebagaimana yang sudah dideklarasikan, lanjut Ii, masjid ramah anak harus terbuka untuk kegiatan ibadah dan pembelajaran anak-anak, harus mengedepankan suasana khidmat, nyaman menyenangkan, menolak bentuk kekerasan, dan pengusiran terhadap anak.
“Masjid juga harus menyediakan sarana dan program pembinaan untuk terwujudnya anak shaleh yang cerdas dan berakhlak mulia. Masjid Ramah Anak DMI harus membuat anak senang, orang tua tenang, masjid makmur terkenang,” tuturnya.




