KUNINGAN – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan. Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 resmi diterima Pemerintah Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Senin (3/8/2026).

Selama menjalankan KKN, para mahasiswa akan menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus menggali dan mengembangkan potensi unggulan desa.

Prosesi serah terima yang berlangsung di Aula Balai Desa Bandorasawetan menjadi awal kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.

Tahun ini, KKN UNISA mengusung tema “KKN UNISA Berdampak: Mewujudkan Desa Melesat dan Inovatif melalui Penguatan OVOP (One Village One Product), Rekayasa Sosial (Socio Engineering), Pengembangan Siklus Ekonomi Berkelanjutan, dan Percepatan Penurunan Stunting.”

Tema tersebut menegaskan komitmen UNISA untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di desa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 1 Bandorasawetan, Nunung Nurhayati, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi. Mulai dari peninjauan posko KKN hingga berdiskusi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa dilakukan agar seluruh program kerja selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Hari ini kami secara resmi menyerahkan 18 mahasiswa kepada Pemerintah Desa Bandorasawetan. Kami berharap ilmu yang telah diperoleh mahasiswa sesuai bidang keilmuannya dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat sehingga memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan KKN tahun ini mampu melahirkan inovasi, gagasan, hingga produk unggulan yang dapat memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan.

Kepala Desa Bandorasawetan, Yayan Fudiyani, menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN UNISA. Ia menilai KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN UNISA. Semoga kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi desa. Perubahan sekecil apa pun akan sangat berarti apabila mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, salah satu program prioritas desa yang membutuhkan dukungan berbagai pihak adalah percepatan penurunan angka stunting. Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah desa juga terus mengoptimalkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

“Kami berharap mahasiswa dapat ikut memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sehingga program-program yang dijalankan pemerintah desa dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 1 Bandorasawetan, Adi Dimyati, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan pemerintah desa. Ia memastikan seluruh anggota kelompok siap berkolaborasi dalam menjalankan program-program yang telah disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Kami berasal dari berbagai program studi, yaitu KPI, PAI, Psikologi, PGSD, PGPAUD, Teknik Mesin, PJKR, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah desa serta memohon arahan dan bimbingan agar seluruh program yang kami laksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, mahasiswa juga akan menerapkan konsep rekayasa sosial (socio engineering) sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memahami dinamika masyarakat, membangun partisipasi warga, serta mendorong perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan.