KUNINGAN – Perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap para penggerak pendidikan dan pembinaan keagamaan di tingkat desa terus diperkuat.

Hal itu dilakukan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan atau disebut-sebut sebagai tangan kiri Bupati Kuningan, melalui penyaluran stimulan bagi takmir masjid, guru ngaji, guru Madrasah Diniyah (MD), guru TKA/TPA, hingga guru TK/RA tahun 2026.

‎Program tersebut menyasar 1.544 penerima manfaat yang tersebar di 376 desa dan kelurahan se-Kabupaten Kuningan. Penyaluran stimulan menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Kuningan, NGAJI DIRI atau akronim dari Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pasantren.

‎Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z Fauzi, didampingi Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Kuningan Abdul Jalil Hermawan, mengatakan peluncuran pendistribusian stimulan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Bupati Saba Lembur di Kecamatan Subang, Rabu, (8/9/2026).

‎Dalam kegiatan tersebut, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Subang, Cilebak, dan Selajambe.

‎“Untuk Kecamatan Subang sebesar Rp11,6 juta yang disalurkan kepada 29 penerima manfaat. Begitu juga Kecamatan Cilebak Rp11,6 juta untuk 29 penerima manfaat dan Kecamatan Selajambe Rp11,6 juta untuk 29 penerima manfaat,” ujar Asep.

‎Dengan demikian, stimulan yang diserahkan secara simbolis untuk tiga kecamatan tersebut mencapai Rp34,8 juta dengan total 87 penerima manfaat.

‎Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, kepada Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Subang, Ketua UPZ Kecamatan Cilebak, dan Ketua UPZ Kecamatan Selajambe.

‎Asep menjelaskan, peluncuran di Kecamatan Subang menjadi tahap awal dari pendistribusian stimulan BAZNAS Kabupaten Kuningan tahun 2026. Selanjutnya, kata dia, penyaluran akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.

‎“Total penerima manfaat untuk program ini sebanyak 1.544 orang yang tersebar di 376 desa dan kelurahan se-Kabupaten Kuningan,” jelasnya.

‎Para penerima manfaat berasal dari berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat. Mereka antara lain takmir masjid, guru ngaji, guru MD, guru TKA/TPA, serta guru TK/RA.

‎Menurutnya, stimulan tersebut tidak hanya menjadi bantuan secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan apresiasi terhadap para penggerak pendidikan keagamaan yang selama ini bekerja di tengah masyarakat.

‎“Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan kepada para penggerak pendidikan keagamaan yang berada di tingkat desa dan kelurahan,” katanya.

‎Penyaluran tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi BAZNAS Kabupaten Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjalankan program NGAJI DIRI.

‎Program NGAJI DIRI yang merupakan akronim dari Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pasantren menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah yang memberikan perhatian terhadap santri, guru ngaji, serta pesantren.

‎Asep menegaskan, BAZNAS memiliki peran dalam mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan dan pendistribusian zakat.

‎Ia berharap penyaluran stimulan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menambah motivasi bagi para guru ngaji, takmir masjid, dan penggerak pendidikan keagamaan untuk terus menjalankan perannya di tengah masyarakat.

‎“Dengan sasaran mencapai 1.544 penerima di 376 desa dan kelurahan, kami berharap program ini memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi bentuk apresiasi bagi mereka yang selama ini ikut menjaga pendidikan agama dan kehidupan keumatan,” tutupnya.