
KUNINGAN — Kebakaran melanda Rumah Makan (RM) Ali Action yang berlokasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu siang, (16/9/2026). Kobaran api dilaporkan bersumber dari area belakang lantai empat bangunan sebelum akhirnya merembet hingga ke bagian plafon.
Camat Kuningan, Deni Hamdani, menyebut laporan insiden tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 13.30 WIB. Asap pekat yang membubung tinggi dari kejauhan sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.
”Kami baru sampai kantor saat ada ramai-ramai informasi kebakaran karena asap membubung tinggi dari bagian belakang,” kata Deni di lokasi kejadian.
Titik api diketahui terkonsentrasi di area belakang lantai empat yang difungsikan sebagai ruangan pegawai. Area tersebut berbatasan langsung dengan fasilitas outdoor gerbang retail modern Indomaret. Material penyangga plafon yang terbuat dari kayu membuat api cepat menjalar ke dinding dan atap seng gelombang.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sempat menghadapi kendala saat berupaya menjangkau pusat api. Posisi lantai empat yang berada di tengah kawasan permukiman padat membuat armada mobil pemadam kesulitan masuk. Petugas terpaksa menarik selang dan menembus area rumah warga sekitar untuk melakukan penyemprotan.
Guna mengantisipasi perambatan yang lebih luas, kapasitas penanganan ditingkatkan. “Awalnya diterjunkan dua armada, lalu saya minta ke Kepala UPTD ditambahkan menjadi empat unit damkar, termasuk kendaraan berfasilitas tangga dan kapasitas air lebih besar,” ujar Deni.
Selain memadamkan titik api utama, petugas melakukan penyekatan jaringan bangunan dari arah samping untuk mencegah api menjangkau area makan utama serta fasilitas publik di sekitarnya. Struktur lantai empat yang rapuh dan rawan ambruk juga memaksa petugas ekstra hati-hati dalam melancarkan aksi pembasahan.
Deni memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Saat api berkobar, area belakang bangunan dalam keadaan kosong dari aktivitas karyawan maupun konsumen.
Hingga berita ini tayang, petugas masih terus menyiramkan air ke beberapa titik guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api susulan. Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. ***





