
KUNINGAN – Sebanyak 304 pelajar dari 42 sekolah dan madrasah tingkat SMP dan sederajat di Kabupaten Kuningan mengikuti babak penyisihan Ciremai Smart Competition (CSC) 2026.
Kompetisi yang digagas Waroeng Rakyat berkolaborasi dengan Ikatan Alumni IPMK Yogyakarta tersebut digelar di SMK Pertiwi Kuningan, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun semangat berkompetisi, mengasah kemampuan akademik, dan memberikan ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan potensi serta prestasinya.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriyani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kompetisi tersebut.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh pelajar, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan menerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Ia berharap, melalui kompetisi tersebut, para peserta semakin termotivasi untuk belajar dan meningkatkan prestasi tanpa merasa adanya perbedaan kesempatan dalam memperoleh pendidikan.
“Insyaallah dengan kompetisi ini mereka akan lebih semangat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kuningan.
“Pemerintah daerah mendorong kegiatan yang positif ini, terutama peluang beasiswa bagi berprestasi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” tuturnya
Sementara itu, Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitritanto, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga institusi pendidikan.
Menurutnya, pelaksanaan CSC 2026 menjadi bukti positif terbangunnya kolaborasi antarelemen tersebut. Antusiasme sekolah dan dukungan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan.
Menariknya, SMK Pertiwi Kuningan juga memberikan peluang khusus bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tersebut. Sertifikat penghargaan CSC dapat dilampirkan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses seleksi program beasiswa di sekolah tersebut.
Ia menjelaskan, SMK Pertiwi Kuningan memiliki program beasiswa bagi 20 persen siswa dari kelompok kurang mampu, yatim, dan berprestasi. Program tersebut memberikan keringanan biaya pendidikan sehingga semakin banyak anak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi siswa-siswi berprestasi melalui program yang disebut sebagai karpet merah bagi para juara.
Program tersebut tidak terbatas pada prestasi akademik, tetapi juga mencakup bidang olahraga, seni, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
“Anak-anak perlu mendapatkan pemantik agar semakin semangat berprestasi. Harus ada umpan balik dan penghargaan atas usaha mereka,” ungkapnya.***




