KUNINGAN – Alun-alun Desa Cinagara, Kecamatan Lebakwangi, bukan hanya menjadi ruang terbuka tempat warga berkumpul. Pemerintah Desa Cinagara tengah menyiapkan kawasan tersebut menjadi ruang aktivitas ekonomi sekaligus etalase bagi pelaku UMKM lokal.

Gagasan itu disampaikan Kepala Desa Cinagara, Tarya Somantri, dalam momentum Milangkala Desa Cinagara ke-253 yang berlangsung di depan Balai Desa Cinagara, Selasa, (15/9/2026).

Tarya mengatakan, penataan alun-alun dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Sejumlah pembenahan telah mulai dilakukan, di antaranya perbaikan pagar dan pemasangan paving block.

Ke depan, kawasan tersebut tidak hanya ramai pada momentum tertentu. Pihaknya berencana menghidupkan aktivitas ekonomi warga melalui pasar yang digelar secara rutin.

“Manawi malam Sabtu aya pasar Pak di alun-alun teh, kanggo masihan peluang UMKM anu aya di Desa Cinagara,” ujar Tarya di hadapan Bupati Kuningan.

Menurutnya, keberadaan pasar tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha kecil di Desa Cinagara untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.

Konsep itu juga, kata dia, menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan kepada Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri Milangkala Desa Cinagara.

Baginya, penataan alun-alun bukan hanya pembangunan fisik. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi titik berkumpul warga sekaligus ruang yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung.

Momentum Milangkala ke-253 pun dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan desa. Selain penataan alun-alun, Pemerintah Desa Cinagara turut mengusulkan perhatian terhadap ruas jalan Cinagara-Langseb yang dinilai membutuhkan penanganan.

Kuwu menyebut kondisi ruas tersebut cukup labil, sementara drainase di sejumlah bagian masih berada di bawah badan jalan. Jalur tersebut juga kerap dilalui kendaraan dengan tonase besar.

“Kumargi Cinagara-Langseb teh labil Pak, drainasena ge masih di handap jalan. Hoyong mah dibeton kitu tah dugi ti Cinagara ka Langseb,” tuturnya.

Di sisi lain, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar menyampaikan sejumlah dukungan bagi masyarakat Desa Cinagara. Pemerintah daerah menyiapkan bantuan perbaikan 10 rumah tidak layak huni (RTLH), masing-masing sekitar Rp20 juta.

Selain itu, dukungan sektor pertanian melalui Baznas untuk Gapoktan Desa Cinagara direncanakan mencapai sekitar Rp250 juta, antara lain untuk kebutuhan pupuk dan sarana pendukung petani.

Dian mengatakan berbagai dukungan tersebut diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah. Gotong royong dan kekompakan masyarakat diperlukan agar berbagai program yang direncanakan dapat berjalan.

Sementara itu, rangkaian Milangkala Desa Cinagara ke-253 berlangsung selama sembilan malam dengan beragam kegiatan masyarakat, mulai dari karaoke, calung, pencak silat hingga kreasi seni dari berbagai blok.

Puncak kegiatan juga dirangkaikan dengan Musrenbangdes untuk membahas arah pembangunan dan penganggaran Desa Cinagara untuk 2027 hingga 2028.

Dengan penataan alun-alun dan rencana pasar rutin, Desa Cinagara kini tidak hanya berbicara tentang bagaimana mempercantik ruang publik, tetapi juga bagaimana ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi warga.