
KUNINGAN – Di tengah naik turun dinamika tentang siapa pengganti ketua DPC Gerindra Kuningan, di tubuh Golkar sudah tumbuh optimisme bahwa Bupati Kuningan adalah kader Golkar. Bahkan, selain ber-KTA, orang nomor satu di Kuningan masuk jajaran pengurus DPW Golkar.
Hal itu ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Setia Mulyana, saat menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (1/8/2026). Bahkan jawaban tersebut sekaligus menjawab pertanyaan tentang hubungan politik antara Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar dengan Partai Golkar.
Menurut Asep, hubungan keduanya berjalan harmonis. Pihaknya menepis anggapan bahwa hubungan Bupati Dian dengan Golkar mengalami perubahan (renggang/red). Menurutnya, keharmonisan itu sudah terjalin sejak lama, mengingat Dian merupakan bagian dari keluarga besar Partai Golkar.
”Masih harmonis. Dari dulu juga harmonis dengan saya, harmonis dengan Golkar. Karena Pak Bupati kemarin (Pilkada) diusung oleh kami,” ujarnya, Sabtu, (1/8/2026).
Ia juga memastikan bahwa orang nomor satu di Kuningan itu kini telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar. Bahkan, bukan sekedar menjadi anggota, Dian juga telah dipercaya masuk dalam struktur kepengurusan Partai Golkar Jawa Barat.
”Sudah ber KTA. Beliau menjadi Pengurus Golkar Jawa Barat sebagai Wakil Ketua Pemenangan Dapil X yang meliputi Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai arah politik Dian menjelang kontestasi politik mendatang. Ketika ditanya mengenai peluang Bupati Dian kembali menggunakan kendaraan politik Golkar pada Pilkada 2029, Asep memberikan jawaban optimistis.
”Ya semoga Golkar. Karena beliau kader Golkar, ya pasti Golkar lah,” katanya.
Meski demikian, pihaknya belum ingin berbicara jauh mengenai strategi maupun pembahasan politik menuju Pilkada 2029. Ia menegaskan, saat ini pembicaraan tersebut masih terlalu dini, terlebih dirinya sendiri belum tentu kembali memimpin DPD Golkar Kuningan.
”Belum tentu saya juga jadi ketua. Nanti setelah Musda baru ngobrol soal itu. Kalau saya tidak terpilih, berarti obrolan sekarang kosong,” ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan Asep mengisyaratkan bahwa fokus Partai Golkar saat ini masih tertuju pada agenda internal organisasi melalui Musyawarah Daerah (Musda). Sementara itu, wacana pencalonan kepala daerah pada 2029 dinilai masih menunggu dinamika politik dan keputusan partai setelah proses konsolidasi kepengurusan selesai.




