
KUNINGAN – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 mulai menemukan ujungnya. Hingga pendaftaran bakal calon ditutup pada Minggu (8/11/2026), hanya satu nama yang masuk ke meja panitia yaitu Asep Setia Mulyana (ASM), petahana yang kembali maju.
Tak sekadar datang mendaftar, ASM menyerahkan berkas pencalonan dengan diantar 32 Pengurus Kecamatan (PK), unsur organisasi sayap, serta organisasi masyarakat pendiri dan yang didirikan Partai Golkar. Dukungan itu memperlihatkan arah konsolidasi internal partai menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Peluang ASM kembali memimpin Golkar Kuningan melalui mekanisme aklamasi pun terbuka lebar. Terlebih, berdasarkan laporan sementara panitia, ia telah mengantongi surat dukungan dari seluruh peserta Musda.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda Golkar Kuningan, Yudi Budiana, mengatakan pendaftaran dibuka pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Selama enam jam, panitia menunggu kader yang hendak mengikuti kontestasi. Namun, sampai batas akhir pendaftaran, tidak ada nama lain yang muncul.
“Sejak pagi panitia sudah hadir untuk menerima kader yang ingin mendaftarkan diri. Namun, sampai pukul 15.00 WIB, hanya ada satu yang mendaftar, yakni saudara Ir H Asep Setia Mulyana,” kata Yudi.
Menurut Yudi, peluang aklamasi semakin kuat setelah ASM menyerahkan surat dukungan dari seluruh peserta Musda. Meski begitu, panitia belum menetapkan hasil pencalonan sebelum seluruh dokumen diperiksa.
“Kalau sudah satu calon seperti ini, apalagi dari laporan SC disertai surat dukungan seluruh peserta, otomatis 100 persen mendukung. Tidak ada satu pun yang keberatan untuk tidak mengajukan surat dukungan. Insya Allah, besok sudah dipastikan aklamasi,” ujarnya.
Tim verifikasi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat dijadwalkan datang ke Kuningan pada Minggu malam. Pemeriksaan meliputi persyaratan pencalonan dan keabsahan surat dukungan yang diserahkan ASM.
“Malam ini tim verifikasi dari provinsi hadir. Surat dukungan juga akan diperiksa dan diverifikasi. Jika semuanya sudah selesai, besok Musda dapat digelar sesuai tahapan,” kata Yudi.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Agus Adi Nursalim, mengatakan seluruh persiapan telah disusun berdasarkan petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar.
“Persiapan sudah matang karena kami telah melakukan pembahasan secara maraton sejak jauh-jauh hari. Semuanya disesuaikan dengan prosedur dan aturan partai,” ujar Agus.
Musda Golkar Kuningan diikuti 37 unsur peserta. Mereka berasal dari DPD Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten, pimpinan kecamatan, serta organisasi masyarakat dan organisasi sayap partai.
Sementara itu, Asep Setia Mulyana (ASM) menyebut dukungan yang mengiringi pendaftarannya sebagai bentuk kebersamaan kader. Ia berterima kasih kepada 32 PK dan unsur organisasi yang hadir mendampingi penyerahan berkas pencalonan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menerima berkas pendaftaran. Terima kasih juga kepada 32 PK, organisasi sayap, serta ormas partai yang hadir mendampingi. Ini tentu menjadi sebuah kebersamaan yang patut saya syukuri,” katanya.
Baginya, Musda bukan hanya agenda pergantian atau perpanjangan kepemimpinan. Forum tersebut, menurut dia, harus menjadi ruang konsolidasi untuk menentukan arah partai lima tahun mendatang.
Ia menilai pekerjaan Golkar setelah Musda tidak ringan. Partai harus menjaga soliditas struktur, memperkuat hubungan dengan masyarakat, sekaligus menyiapkan kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029.
Target menjadi pemenang pada pemilu mendatang, kata ASM, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sejarah dan kebesaran nama Golkar. Konsolidasi hingga tingkat bawah dan keterlibatan seluruh kader menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan.
ASM juga menyatakan Golkar akan tetap mengawal pemerintahan Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang diusung partainya. Ia berharap dukungan tersebut berujung pada kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kita memiliki satu tujuan, yakni membesarkan Partai Golkar, menjadi pemenang pada Pemilu 2029, sekaligus terus mengawal pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati yang kita usung sebagai pengusung utama. Harapannya, Kuningan semakin makmur dan semakin melesat,” tuturnya.
Dengan hanya satu bakal calon yang mendaftar dan dukungan yang diklaim telah mencapai seluruh peserta, Musda kali ini mengarah pada pengukuhan kembali ASM. Namun, keputusan akhirnya tetap menunggu verifikasi dan mekanisme persidangan Musda. ***




