
KUNINGAN – Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kabupaten Kuningan kembali memantapkan langkah politik dan memperkuat konsolidasi organisasi. Upaya itu terungkap dalam pertemuan pengurus daerah dan provinsi, Sabtu (7/11/2026)
Jajaran pengurus, kader, simpatisan, dan relawan Anies Baswedan meneguhkan kembali komitmen membangun kekuatan politik yang solid. Bahkan, di Pemilu yang akan datang, PGR menarget 20 persen suara. Pada kesempatan itu disusun langkah strategis untuk memperkuat eksistensi partai di Kabupaten Kuningan.
Ketua DPW Jawa Barat Partai Gerakan Rakyat, Deden Rumaji, dalam arahannya menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh besarnya struktur organisasi, tetapi juga oleh soliditas, kekompakan, dan kemampuan seluruh elemen untuk bekerja bersama.
“Target perolehan 20 persen suara menjadi motivasi sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui kerja nyata dan konsolidasi berkelanjutan,” ujarnya.
Deden berharap PGR Kabupaten Kuningan terus berkembang, memperluas basis dukungan, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat. Selain penguatan struktur dengan membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh 32 kecamatan, berbagai kegiatan sosial dan keagamaan harus terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.
Pihaknya mengaku, pekerjaan organisasi masih sangat panjang. Penyempurnaan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan, peningkatan kapasitas kader, dan penguatan koordinasi antartingkatan menjadi agenda prioritas yang harus dituntaskan secara bertahap dengan semangat gotong royong.
Selain penguatan organisasi, konsolidasi itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti pengunduran diri Ketua PGR Kuningan, H. Edi Sunaedi. Ketua DPW Jawa Barat membentuk tim ad hoc beranggotakan tujuh orang yang bertugas melakukan penjaringan dan mengusulkan calon pengganti guna memastikan proses regenerasi kepemimpinan.
“Calon ketua DPD yang baru ditargetkan sudah disampaikan paling lambat 14 November 2026,” tuturnya
Sementara itu, Wakil Ketua Team Supervisi DPW Jawa Barat Partai Gerakan Rakyat, Adang Suhyatna, mengingatkan seluruh jajaran agar tidak hanya fokus pada pembentukan struktur, tetapi juga serius menuntaskan agenda besar organisasi melalui implementasi Panca Karya Gerakan Rakyat.
“Panca karya ini mencakup lima agenda utama, yakni penyempurnaan struktur organisasi, pengurusan legalitas partai, sosialisasi identitas partai, penguatan media sosial, serta pelaksanaan aksi sosial yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kelima agenda tersebut harus menjadi pedoman kerja seluruh kader agar keberadaan partai tidak sekadar terlihat secara organisatoris, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Konsolidasi tersebut menjadi penegasan bahwa PGR Kabupaten Kuningan tengah menyiapkan fondasi organisasi yang lebih kuat. Sinergi antara pengurus, kader, simpatisan, dan relawan Anies Baswedan diharapkan menjadi modal penting untuk memperluas jaringan sekaligus memperkuat dukungan masyarakat.
Dengan struktur yang terus dibenahi, kepemimpinan yang dipersiapkan, serta program kerja yang mulai dimantapkan, PGR Kuningan optimistis dapat tumbuh menjadi kekuatan politik yang semakin diperhitungkan.
Target 20 persen, menurutnya, bukan hanya angka, melainkan cita-cita politik yang harus diperjuangkan melalui kerja kolektif, konsistensi gerakan, dan kedekatan dengan masyarakat.***




