Menghidupkan Mesin Ekonomi Kreatif Desa
Tak hanya soal “pemadam kebakaran” masalah, Ika juga melirik potensi ekonomi yang tertidur di Andamui. Ia melihat adanya semangat dari kelompok pemuda dan ibu rumah tangga untuk membangun industri kreatif serta kelompok tani-ternak skala kecil. Namun, semangat itu terbentur tembok tebal bernama minimnya akses pelatihan.
Ika mendorong pemerintah untuk hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar penonton. Ia menilai pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga di Andamui bisa menjadi bantalan ekonomi yang kuat jika didukung oleh pendampingan teknis dan modal yang konkret.
Menagih Kepastian, Bukan Janji
Menutup rangkaian pengawasannya, Hj. Ika Siti Rahmatika memastikan bahwa setiap keluhan dari Andamui akan ia bawa ke meja pembahasan lintas sektor di tingkat provinsi. Baginya, kunjungan ini adalah mandat untuk mengubah keluhan menjadi kebijakan nyata.
“Aspirasi ini harus diterjemahkan menjadi langkah nyata. Masyarakat tidak butuh janji, tapi kepastian,” pungkas Ika. Di Andamui, Ika Siti Rahmatika kembali menegaskan posisinya: sebagai penyambung lidah bagi mereka yang suaranya sering kali teredam oleh derasnya arus sungai dan kaku-nya prosedur birokrasi. (red)
