
KUNINGAN – Sepuluh unit becak listrik yang diterima warga Desa Jagara, Kecamatan Darma, tidak hanya ditujukan sebagai sarana peningkatan ekonomi pribadi, tetapu akan diproyeksikan menjadi daya tarik wisata baru.
Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, menyambut antusias bantuan becak listrik yang merupakan bagian dari program bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Pihaknya terus mengupayakan menghadirkan warna baru bagi sektor pariwisata.
Menurutnya, kehadiran becak listrik memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata di Desa Jagara. Kendaraan ramah lingkungan itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas wisatawan sekaligus memberikan pengalaman berbeda saat menikmati potensi wisata yang ada di desa.
“Yang pertama, menambah daya tarik wisata bagi desa yang punya potensi wisata,” ujar Umar, Sabtu, (6/9/2026).
Umar menilai, konsep tersebut dapat menjadi perpaduan antara pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang menikmati destinasi, tetapi juga dapat menggunakan becak listrik sebagai salah satu moda untuk berkeliling dan mengenal kawasan desa.
Di sisi lain, manfaat ekonomi bagi masyarakat tetap menjadi tujuan utama program tersebut. Sebanyak 10 warga Jagara yang berusia minimal 55 tahun menjadi penerima becak listrik dan diharapkan mampu memanfaatkannya sebagai sarana memperoleh tambahan penghasilan.
“Yang paling utama itu menambah pendapatan bagi warga masyarakat yang sudah tidak layak bekerja,” katanya.
Becak listrik tersebut dibawa pulang oleh masing-masing penerima untuk dirawat dan disimpan di rumah. Pemerintah Desa Jagara juga menekankan agar kendaraan bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Umar mengingatkan penerima agar tidak menjual, menggadaikan, ataupun memindahtangankan becak listrik kepada pihak lain.
“Jangan sampai dipindahtangankan, jangan sampai dijual, apalagi jangan digadaikan,” tegasnya.
Jika kemudian dikembangkan menjadi layanan wisata atau jasa sewa, penerima tetap diwajibkan menjadi pengemudi. Artinya, keberadaan becak listrik diharapkan tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung antara warga dan wisatawan.
Para penerima juga telah mendapatkan pelatihan sebelum mengoperasikan kendaraan tersebut. Pelatihan diberikan agar mereka memahami penggunaan becak listrik secara baik dan aman.
Dengan potensi wisata yang dimiliki, ia berharap becak listrik dapat menjadi lebih dari sekadar kendaraan bantuan. Ke depan, kendaraan tersebut diharapkan menjadi ikon wisata baru Desa Jagara yang menggabungkan mobilitas wisatawan, pemberdayaan warga, dan peluang ekonomi masyarakat.





