CIKALPEDIA – Stasiun Klimatologi Jawa Barat melalui BMKG Kertajati mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan BMKG, potensi angin kencang diperkirakan terjadi pada 23 Juli di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Kondisi serupa juga diprediksi masih berlanjut pada 24 Juli di dua wilayah tersebut.

Sementara itu, untuk 25 Juli, BMKG mencantumkan status nihil, yang berarti tidak ada potensi cuaca ekstrem yang masuk dalam peringatan dini untuk wilayah pemantauan pada hari tersebut.

Meski Kabupaten Kuningan tidak termasuk daerah yang disebutkan dalam peringatan kali ini, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah Ciayumajakuning agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dalam materi publikasinya, BMKG menyampaikan sejumlah langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat. Di antaranya menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat penggunaan air, berhati-hati saat berkendara, berlindung di tempat yang aman ketika cuaca memburuk, serta menjauhi tiang listrik dan pohon tinggi saat terjadi angin kencang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran, terutama pada kondisi cuaca kering dan berangin. Warga diminta rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Peringatan dini ini merupakan bagian dari upaya memberikan informasi awal kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi potensi dampak cuaca, khususnya bagi pengguna jalan, nelayan, petani, maupun masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka. ***