KUNINGAN – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk mengukir prestasi menuju Indonesia emas tahun 2045. Hal itu diungkapkan Ketua Pertuni Kuningan, Budi Hidayah, Senin (26/1/2026.
Menurut Budi, komitmen itu diungkapkan untuk mengubah stigma negatif bahwa keterbatasan fisik seringkali menjadi alasan untuk berkreativitas. Melalui Pertuni, para penyandang disabilitas khususnya tuna netra, akan membuktikan bahwa kekurangan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya.
”Penyandang disabilitas mempunyai potensi besar yang harus diberi ruang dan kesempatan yang setara,” tutur Budi, saat merayakan HUT Pertuni ke-60 di Unisa Kuningan.
Termasuk perayaan ulang tahunnya kali ini, lanjut Budi, menjadi momentum refleksi dan penguatan semangat bagi penyandang disabilitas netra untuk terus berdaya dan berprestasi. Menurutnya, tema mengukir prestasi mendobrak batas stigma, menuju Indonesia emas menjadi pengingat bahwa para tunanetra, mampu berkarya, berprestasi, dan turut serta membangun bangsa.
Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan serta seluruh pihak yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap keberadaan dan pengembangan kapasitas anggota Pertuni, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Pihaknya berharap, kerjasama terus dijalin supaya kreativitas dan potensi anak muda di forumnya bisa dikembangkan.
Pada kesempatan itu, Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah mengungkapkan bahwa Unisa menjadi salah satu kampus yang siap mendukung mengembangkan potensi untuk penyandang disabilitas. Bahkan pihaknya sudah memberikan hak akses pendidikan termasuk beasiswa bagi para penyandang disabilitas.
