“Layanilah masyarakat dengan nurani, tulus, dan penuh empati. Jangan hanya fokus pada aspek teknis, tetapi sentuh sisi kemanusiaannya,” tutur Dian.
Selain kepemimpinan, Bupati Kuningan turut menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sektor kesehatan. Ia menginstruksikan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menegaskan pentingnya validitas data kesehatan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang keliru,” ujarnya.
Terkait integritas aparatur sipil negara, Dian mengingatkan pentingnya menjaga netralitas serta etika profesi. Ia menilai satu kesalahan kecil dapat berdampak besar di era keterbukaan informasi.
“Integritas adalah harga mati. Di zaman media sosial, satu kekeliruan bisa berkembang menjadi krisis kepercayaan publik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan retreat ini bertujuan memperkuat sinergi dan komunikasi antarunit layanan kesehatan. Menurut dia, hubungan emosional yang solid antara dinas kesehatan sebagai leading sector dengan puskesmas, Labkesda, dan Gudang Farmasi menjadi kunci keberhasilan layanan kesehatan daerah.
“Dengan komunikasi yang baik dan suasana kerja yang kondusif, koordinasi pelayanan akan semakin optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Edi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap terbangun kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan profesional, sekaligus terwujud pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan serta keselamatan masyarakat. (ali)
