KUNINGAN – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar melepas keberangkatan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Harata U-14 yang akan berlaga pada Liga TopSkor National Championship 2026 di Kota Bogor. Pelepasan berlangsung di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, kemarin.

SSB Harata tampil pada putaran nasional setelah menjuarai Liga TopSkor Regional Cirebon. Tim asal Kabupaten Kuningan itu mengumpulkan 40 poin dari 13 kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat yang lolos ke kompetisi nasional.

Manajer SSB Harata, Ferry Ardiansyah, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena sebagian besar peserta di tingkat nasional berasal dari akademi sepak bola profesional.

“Dari Jawa Barat hanya SSB Harata yang berhasil lolos. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kuningan karena kami akan bersaing dengan akademi-akademi sepak bola dari berbagai daerah,” kata Ferry.

Pada babak penyisihan, SSB Harata tergabung di Grup C bersama sejumlah tim dari berbagai provinsi, termasuk Papua dan Pekanbaru. Ferry menargetkan timnya mampu melangkah hingga babak delapan besar.

Di balik prestasi itu, terdapat kisah lain yang menyertai perjalanan SSB Harata. Dari 24 pemain yang dibawa ke Bogor, delapan di antaranya merupakan anak yatim. Pada kompetisi regional sebelumnya, beberapa pemain dari kelompok tersebut juga meraih penghargaan individu, termasuk pemain terbaik dan penjaga gawang terbaik.

Bupati Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi kerja keras para pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan orang tua yang mengantarkan SSB Harata hingga tingkat nasional.

Menurut Dian, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa prestasi tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran atau fasilitas, melainkan juga oleh disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti berjuang. Yang terpenting adalah semangat, disiplin, latihan yang konsisten, dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjaga pembinaan sepak bola usia dini melalui berbagai kompetisi, termasuk penyelenggaraan Bupati Cup sebagai ajang pencarian bakat bagi pemain muda.

Sebelum melepas keberangkatan tim, Dian berpesan agar seluruh pemain menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani target berlebihan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik, disiplin terhadap arahan pelatih, serta bermain sebagai sebuah tim.

“Percayalah pada kemampuan sendiri, bermainlah sebagai satu tim, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Semoga kalian dapat membawa nama baik Kabupaten Kuningan di tingkat nasional,” katanya. ***