KUNINGAN – Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini, pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) dan mencuri satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi E 2242 YBJ di Dusun Cilembu, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Rabu (22/7/2026).

Dalam rekaman CCTV yang terjadi dini hari sekitar pukul 01.54 WIB itu terlihat sedikitnya empat orang pelaku datang menggunakan tiga sepeda motor. Dua pelaku mengendarai motor secara terpisah, sementara dua lainnya berboncengan. Mereka kemudian berhenti di depan rumah Kepala Desa Karangkamulyan, Yayat Supriyatna, dan rumah kakaknya yang berada dalam satu halaman.

‎Kepala Desa Karangkamulyan, Yayat Supriyatna, mengatakan peristiwa itu baru diketahui saat keluarganya bangun untuk melaksanakan salat Subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, pintu gerbang rumah diketahui sudah terbuka dan satu unit sepeda motor milik kakaknya telah hilang dari garasi.

‎”Pas bangun untuk salat Subuh, kakak saya melihat pintu gerbang sudah terbuka. Setelah dicek, satu motor sudah tidak ada. Motor itu sebelumnya disimpan di garasi bersama mobil dan motor lainnya,” ujar Yayat.

‎Menyadari motornya hilang, keluarga kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar rumah. Dari rekaman tersebut terlihat para pelaku telah berbagi tugas sebelum menjalankan aksinya.

‎”Ada empat CCTV di rumah. Setelah dibuka, terlihat sekitar jam dua malam ada empat orang datang menggunakan tiga motor. Mereka langsung menyebar, ada yang berjaga, ada yang mengutak-atik gembok pagar, dan ada yang masuk dari pintu samping,” ungkapnya.

‎Menurutnya, para pelaku berhasil membuka gembok pintu samping, kemudian membuka gerbang depan dari dalam. Setelah berhasil masuk ke area garasi, mereka memilih membawa kabur satu unit Honda Beat yang berada di antara kendaraan lain.

‎”Di garasi ada satu mobil, satu PCX, dan dua Beat. Tapi yang diambil hanya Beat yang posisinya di tengah. Setelah itu langsung dibawa kabur,” katanya.

‎Ia menambahkan, aksi para pelaku sempat diketahui oleh seorang warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek. Namun, keberadaan beberapa sepeda motor yang berhenti di depan rumah tidak menimbulkan kecurigaan karena lokasi tersebut memang kerap menjadi tempat berkumpul hingga larut malam.

‎”Orang-orang mengira itu teman-teman keponakan saya atau tamu yang sedang berkumpul, sehingga tidak ada yang curiga,” jelasnya.

‎Ia juga mengaku heran karena para pelaku tidak mengambil dua sepeda motor lain milik tetangga yang terparkir di luar rumah tanpa pengamanan, melainkan justru menyasar rumah yang telah dipasangi CCTV dan pagar terkunci.

‎”Di sebelah rumah ada motor NMAX dan Mio diparkir di luar, tidak diambil. Justru mereka masuk ke rumah yang sudah dipasang CCTV dan digembok,” tuturnya.

‎Yayat mengatakan, motor yang dicuri merupakan milik kakaknya yang baru dibeli sekitar dua bulan lalu dalam kondisi bekas.

‎Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Ciawigebang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV sebagai bahan penyelidikan.

‎Sebagai kepala desa, Yayat mengaku ironis dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Selama ini ia rutin mengingatkan warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, termasuk memastikan kendaraan diparkir di tempat aman dan dalam kondisi terkunci.

‎”Saya selalu mengingatkan warga saat rapat atau kegiatan desa agar kendaraan dimasukkan ke dalam rumah, dikunci, dan digembok. Ternyata kali ini justru terjadi di lingkungan rumah kami sendiri,” tutupnya.