KUNINGAN – Keracunan masal yang diduga akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ciwaru dikaitkan dengan dapur milik kader PDIP Kuningan. Tetapi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikaitkan dengan kasus keracunan makanan di Kecamatan Ciwaru tersebut dikelola oleh Yayasan Nurul Huda. Dapur tersebut diketahui memberikan pelayanan MBG kepada siswa, yang diantaranya mengalami gangguan kesehatan dan mendapat penanganan medis, Senin (149/2026)

‎Saat ditemui wartawan usai menerima kedatangan warga Desa Randusari yang menyampaikan aspirasi terkait dampak keberadaan Bendungan Kuningan, Selasa, (15/9/2026), Zul menyampaikan ketidaktahuannya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Nuzul ditanya mengenai informasi yang menyebut SPPG atau dapur penyedia program makanan bergizi tersebut diduga dimiliki oleh kader PDI Perjuangan.

‎Namun, Nuzul memilih tidak memberikan banyak komentar. Ia mengaku tidak mengetahui pihak yang mengelola dapur tersebut. “Waduh, saya nggak tahu siapa dan sebagainya, nggak tahu,” kata Nuzul.

‎Ketika kembali ditanya mengenai pihak yang memiliki dapur SPPG tersebut, Nuzul menegaskan dirinya tidak mengetahui. “Ya saya nggak tahu itu dapurnya siapa. Kan banyak dapur,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kasus warga yang disebut mengalami keracunan di wilayah Ciwaru. Wartawan juga sempat menanyakan informasi mengenai dugaan makanan kedaluwarsa yang menjadi penyebab kejadian tersebut.

‎Namun, ia kembali menyatakan belum mengetahui secara pasti informasi tersebut. Keracunan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut kini menjadi sorotan publik, terlebih sikap partai berlambang banteng itu telah melarang kader memiliki SPPG.

‎Adapun jumlah Daftar Penerima Manfaat (DPM) dari SPPG tersebut sebanyak 2591 yang meliputi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita (B3) serta pelajar mulai dari TK, Kober hingga SMA.