KUNINGAN – Terminal Paniis yang digadang-gadang menjadi penunjang upaya Kabupaten Kuningan menuju daerah wisata, khususnya untuk mendukung aktivitas pariwisata Kebun Raya Kuningan hingga kini belum berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Alih-alih menjadi pusat aktivitas transportasi wisata, kondisi terminal yang kini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan itu justru terbengkalai. Di lokasi itu tidak terlihat aktivitas berarti, bahkan dapat dikatakan mangkrak.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Nurdijanto, didampingi oleh Sekretaris Dishub, Rangga Gumilar, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan terminal Paniis tidak lepas dari proyek nasional pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka. Pembangunan terminal dilakukan supaya bisa menerima dampak positif, terutama akses dan layanan pariwisata.
“Terminal itu beririsan dengan pembangunan wisata yang terintegrasi dengan Bandara Kertajati. Tadinya kenapa dibangun di wilayah Utara? Karena, Kertajati sangat masif pembangunannya, Kuningan ingin mendapatkan keuntungan dan pada saat itu sebelah Kuningan utara akan dijadikan pembangunan wisata,” ujarnya saat dikonfirmasi Cikalpedia.id, Selasa, (13/1/2026).
Menurutnya, salah satu faktor penyebab terminal tersebut mangkrak ialah Pandemi Covid-19 yang bertepatan dengan selesainya proses pembangunan. Kondisi itu diperparah ketika eksistensi Bandara juga belum sesuai maksimal dalam melayani jalur komunikasi udara, sampai saat ini.
“Pas terminal ini jadi, ada virus Corona. Ketika pandemi udah selesai, ternyata Kertajati juga mengalami hal yang sama. Konsep awal kami dengan Dinas Pariwisata, terminal Paniis itu suoaya bisa jadi pusat pemberhentian kendaraan wisatawan. Dari terminal itu awalnya para wisatawan diantar dengan feeder ke beberapa lokasi wisata Kuningan Utara, jadi tiketnya juga sepaket,” ujarnya.
