Cikalpedia
”site’s ”site’s
Pemerintahan

Drama Evakuasi: Rombongan Kuningan-Majalengka Terisolasi 4 Hari di Takengon Akibat Banjir Ekstrem

Dr. Wahyu Hidayah

Rencana kepulangan pada Kamis pagi otomatis batal. Jalur keluar Takengon ditutup karena bencana. Menurut laporan warga setempat, kerusakan paling parah terjadi di jalur menuju Bener Meriah dan Banda Aceh.

“Kami benar-benar tidak bisa mengabari siapa pun. Bukan karena lalai, tapi karena tak ada sarana komunikasi yang hidup. Semua jaringan mati total,” ungkap Wahyu.

Setelah pencarian berjam-jam, pada Kamis malam pukul 21.46 WIB, rombongan akhirnya mendeteksi akses Wi-Fi yang sangat lemah di Kantor Dinas Kominfo Aceh Tengah. Dari titik itulah pesan darurat berhasil dikirimkan ke Kuningan, memberi kepastian bahwa mereka selamat meski dalam kondisi terisolasi.

Sabtu pagi, cuaca mulai membaik, memungkinkan akses menuju Bandara Rembele di Bener Meriah dibuka perlahan. Tim BI segera melakukan pengecekan jalur untuk memastikan keamanan perjalanan darat.

Pukul 20.00 WIB, rombongan bergerak ke Bener Meriah dan bermalam di Aula Batalyon Yonif dekat bandara.

Pada Minggu,  30 November 2025, kloter pertama yang berjumlah 17 orang berhasil diterbangkan menuju Medan pukul 15.00 WIB. Dr. Wahyu Hidayah termasuk dalam kloter pertama tersebut. Setiba di Medan pukul 17.30 WIB, komunikasi kembali normal sehingga laporan resmi disampaikan kepada Bupati Kuningan dan seluruh jajaran pemerintah daerah, meredakan kekhawatiran yang meluas. Kloter pertama kemudian terbang ke Jakarta pada malam hari dan melanjutkan perjalanan darat ke Kuningan serta Majalengka.

Namun, masih terdapat 12 orang peserta, sebagian dari BI dan perwakilan petani, yang belum berhasil dievakuasi pada Minggu sore. Mereka harus menginap lagi di Batalyon Yonif karena keterbatasan slot penerbangan dan prioritas teknis bandara.

Senin, 1 Desember 2025 pukul 08.25 WIB, pesawat charter Susi Air akhirnya disiapkan untuk mengevakuasi 12 orang yang tersisa menuju Banda Aceh. Penerbangan berlangsung lancar hingga tiba di Banda Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta pukul 15.40 WIB. Sekitar pukul 18.00 WIB, mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung melanjutkan perjalanan darat menggunakan dua unit Hiace menuju Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.

Baca Juga :  Tidur di Tenda, Bangun Jiwa Ksatria: Pejabat Kuningan Jalani Retreat ala Prabowo

Seluruh rombongan akhirnya dinyatakan selamat dan kembali dengan membawa pengalaman berharga, baik tentang pengelolaan IG Kopi Gayo, maupun tentang mitigasi risiko dalam perjalanan dinas di wilayah rawan bencana. (ali)

Related posts

Uha Soroti PAM Tirta Kamuning: RDP DPRD Jadi Alarm Pencopotan Direksi dan Dewas

Alvaro

Duh, Odong-odong Terjungkal, 11 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Ceng Pandi

Desa Cihideunghilir Memanas, Bupati Segera Panggil Camat dan DPMD

Ceng Pandi

Leave a Comment