Ia menilai kegiatan ini penting sebagai sarana penjaringan awal calon atlet profesional. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, sehingga potensi pembinaan berjenjang bisa dilakukan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkesinambungan. Ada festival-festival lanjutan untuk kelompok usia di atasnya, sehingga alur pembinaan prestasi tidak terputus dan muaranya nanti ke olahraga profesional,” ujarnya.
Bobby juga menjelaskan bahwa festival ini merupakan luaran dari mata kuliah renang di kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik melalui penyelenggaraan event olahraga.
“Ini luaran dari mata kuliah, khususnya renang. Mahasiswa belajar menjadi event organizer. Karena pelaku olahraga itu ya anak-anak olahraga sendiri,” katanya.
Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan. Ketua KONI Kuningan, Trias Andriana, melalui Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kuningan, Muhammad Aminudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kuningan dan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
“Keterlibatan perguruan tinggi seperti ini sangat penting dalam membangun olahraga prestasi di Kabupaten Kuningan,” ujar Aminudin.
Festival renang ini diharapkan menjadi salah satu mata rantai penting dalam sistem pembinaan atlet daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan organisasi olahraga. (Ali)
