KUNINGAN — SMK Auto Matsuda mempertegas komitmen dalam pendampingan karier bagi para lulusannya. Bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Provinsi Jawa Barat, sekolah vokasi ini memfasilitasi 16 alumninya mengikuti program pelatihan digital marketing intensif guna menjawab dinamika kebutuhan industri modern.

Pelatihan yang berlangsung selama sepekan dengan total 40 jam pembelajaran tersebut resmi rampung pada awal bulan oktober ini. Diikuti oleh alumni lintas jurusan, program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan materi teori, tetapi juga berlanjut ke tahap uji kompetensi guna mengukur kesiapan dan menguji keterampilan teknis para peserta.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri SMK Auto Matsuda, Dedi Nurwiandi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperluas diversifikasi keterampilan alumni di luar disiplin ilmu utama yang mereka pelajari selama duduk di bangku sekolah.

“Sebanyak 16 alumni dari berbagai jurusan mengikuti pelatihan digital marketing dengan durasi pembelajaran 40 jam. Seluruh fasilitas pelatihan, termasuk bahan ajar dan kurikulum, difasilitasi penuh oleh pihak balai,” ujar Dedi, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugianda.

Dedi menekankan pentingnya penguasaan pemasaran digital sebagai fondasi dasar bagi alumni untuk menembus pasar kerja, memperkuat strategi promosi usaha, maupun merintis lini bisnis mandiri. Kendati demikian, efektivitas penerapannya menuntut kejelian membaca ceruk pasar serta kepekaan mengikuti tren platform digital yang terus berubah.

Integritas Vokasi: Menjaga Kualitas Lulusan Pasca-Ijazah

Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menggarisbawahi bahwa tanggung jawab institusi pendidikan terhadap peserta didik tidak boleh berhenti sebatas penyerahan ijazah kelulusan. Pihak sekolah memiliki kewajiban moral untuk terus menyediakan akses penguatan kapasitas agar para alumni memiliki daya saing tinggi.

“Lulusan kami diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan keterampilan profesional, tetapi juga karakter, etika kerja, serta soft skill yang kuat,” tegas Amuy sapaan akrab Abdul Muhyi, Rabu (14/10/2026).

Langkah tersebut, bagi Amuy sejalan dengan spirit dasar tagline sekolah, yakni Profesional & Character, yang memadukan penguasaan kompetensi teknis dengan pembentukan mentalitas kerja teruji. Dia menyampaikan apresiasi atas sinergi strategis bersama Kemenaker dan BBPVP Jawa Barat, sembari berharap program pembekalan semacam ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah lanjut dari keikutsertaan 16 alumni ini menjadi bukti konkret penguatan jejaring antara SMK Auto Matsuda dan pemangku kepentingan industri. Tantangan utamanya kini terletak pada implementasi nyata hasil uji kompetensi tersebut dalam dunia kerja maupun ekosistem wirausaha mandiri. ***