KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat ekosistem kolaborasi hexahelix bersama Universitas Prasetiya Mulya. Sinergi ini diwujudkan lewat persiapan program Community Development (COMDEV) 2026 yang mengusung tema “Collaborative, Sustainable, Impactful & Inclusive”.

Persiapan pelaksanaan program tersebut dibahas langsung dalam audiensi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., di ruang kerjanya pada Jumat (18/9/2026).

Kerja sama yang terjalin sejak tahun 2000 ini mencatatkan rekam jejak panjang. Konsistensinya mengantarkan program COMDEV Universitas Prasetiya Mulya meraih penghargaan 2026 AACSB Global Impact Awards untuk kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges.

Pada edisi 2026, program live-in secara luring dijadwalkan berlangsung pada 3–22 Desember 2026, yang akan ditutup dengan puncak acara Saung Rahayat 2026 pada 20 Desember 2026. Setelah agenda lapangan berakhir, proses pendampingan berlanjut secara daring hingga April 2027.

Program ini mengerahkan sekitar 913 mahasiswa reguler, 38 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta 114 mitra lokal di tujuh kecamatan: Cilimus, Kramatmulya, Kuningan, Cigugur, Kadugede, Nusherang, dan Darma.

Instruksi Sekda: Dorong Eksposur Pariwisata dan UMKM via Sosmed

Sekda Kuningan U. Kusmana menyatakan dukungan penuh atas keberlanjutan COMDEV 2026. Salah satu arahan utamanya menyoroti pentingnya amplifikasi potensi daerah melalui konten digital para peserta.

U. Kusmana mendorong ratusan mahasiswa peserta live-in untuk mengunggah aktivitas harian mereka ke akun media sosial pribadi sebagai sarana promosi langsung bagi Kabupaten Kuningan.

“Mahasiswa diwajibkan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan mereka setiap hari, kemudian diunggah di media sosial masing-masing,” ujar Uu.

Langkah publikasi ini diarahkan untuk mengangkat sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga potensi lokal desa. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan turut menyinergikan mahasiswa untuk mendampingi pelaku usaha pariwisata desa agar terintegrasi ke dalam aplikasi Explore Kuningan.

Selain itu, kolaborasi ini disiapkan untuk memperkuat program Nata Daya pengelolaan pusat keramaian dan ruang terbuka public serta mendorong agenda Saung Rahayat agar dapat masuk ke dalam kalender event resmi daerah.

“Harapannya Saung Rahayat ini selamanya tetap di hati Kuningan. Kalau masuk di kalender event, eksposurnya akan lebih besar lagi. Mungkin judul event-nya ‘Saung Rahayat Komdev Prasmul’,” kata Uu.

Pijakan Sukses Edisi Sebelumnya

Skala program tahun ini berangkat dari capaian COMDEV 2025. Tahun lalu, pengeluaran mahasiswa selama masa live-in mencatatkan perputaran ekonomi lokal mencapai Rp2,07 miliar.

Selain perputaran uang tunai, program tahun lalu mendampingi 75 UMKM, 6 BUMDes, dan 4 desa wisata, serta memfasilitasi integrasi 866 data Identitas Kependudukan Digital (IKD) di lima kecamatan. Sementara itu, gelaran Festival Saung Rahayat 2025 sukses menyedot 10.920 pengunjung dengan omzet penjualan UMKM menembus Rp220,3 juta.

Untuk edisi 2026, cakupan pendampingan diperluas ke sektor administrasi kependudukan guna mempercepat pembaruan data pendidikan daerah demi mendukung target Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Kuningan sebesar 8,5 tahun. Pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) juga dirancang agar terhubung dengan program diskon dari mitra usaha lokal.

Guna memastikan kelancaran acara di lapangan, Pemkab Kuningan mengoordinasikan aspek pengamanan bersama Polres dan Kodim setempat di seluruh titik lokasi live-in. ***