
KUNINGAN – Rumah kosong milik, Yuce (48), warga Lingkungan Lemepayung, Blok Cigodeg Baru, RT 07 RW 06, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan, hampir kebakaran, Sabtu (31/10/2026) malam. Beruntung, kesigapan warga dan respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan berhasil mencegah api merambat lebih luas.
Peristiwa tersebut mulai diketahui sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Jaenudin (58), dirinya mencium bau asap seperti sesuatu yang terbakar. Merasa curiga, ia kemudian mencari sumber asap tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata api sudah membakar salah satu ruangan kamar di rumah tersebut.
Mengetahui kejadian itu, warga sempat panik karena rumah dalam keadaan kosong. Saksi bersama warga kemudian segera menghubungi UPT Damkar Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.
Setelah menerima laporan, Damkar Kuningan langsung bergerak dengan membawa satu unit kendaraan KR4 Pancar. Hanya dalam waktu dua menit perjalanan, petugas tiba di lokasi pada pukul 23.58 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman dan penanganan kebakaran.
Berkat kesigapan petugas bersama warga, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bagian rumah lainnya. Proses pemadaman dan penanganan dinyatakan selesai pada pukul 00.45 WIB, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan data penanganan, bangunan rumah memiliki luas sekitar 8 × 10 meter, sementara bagian yang terbakar merupakan satu ruangan kamar berukuran 3 × 3 meter. Kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp7 juta. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan penelusuran awal di lokasi, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada instalasi lampu di dalam kamar.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi bahaya kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik rumah tangga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, kabel, stop kontak, serta kondisi lampu di setiap ruangan. Pastikan semuanya dalam kondisi aman. Apabila hendak meninggalkan rumah, periksa kembali peralatan listrik yang tidak digunakan untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran,” imbaunya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas Damkar apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, seperti bau hangus, kepulan asap, maupun percikan api. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan agar api tidak semakin membesar.
“Kebakaran ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika rumah sedang tidak berpenghuni. Kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan kepedulian masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tutupnya.***




